Indonesia Bangun Diplomasi Kuliner Lewat Buku Blue Food for MBG di Korea Selatan

ist
Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku berjudul Pangan Biru MBG dan Taste of Indonesia kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, di sela kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Seoul, Rabu (1/4). Kehadiran kedua buku sebagai upaya pemerintah memperkuat diplomasi kuliner dan kultur antara dua negara yang sama-sama menerapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk saling mengenal dan melakukan culinary exchange.
1/4/2026, 14.00 WIB

Pemerintah Indonesia mulai memperluas diplomasi kuliner melalui peluncuran dua buku menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Korea Selatan. Kedua buku tersebut berjudul Blue Food for MBG dan Taste of Indonesia, yang berisi kumpulan menu berbasis pangan laut serta ragam kuliner Nusantara.

Penyerahan buku dilakukan oleh Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. Penyerahan berlangsung saat mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul pada Rabu (1/4).

Dirgayuza mengatakan kehadiran kedua buku tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran budaya kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, yang sama-sama menjalankan program makan bergizi secara universal.

“Kehadiran kedua buku ini di KBRI Seoul akan memperkuat diplomasi kuliner dan kultur antara kedua bangsa yang sama-sama menerapkan MBG secara universal, untuk saling mengenal dan melakukan culinary exchange,” ungkap Dirgayuza Setiawan dalam keterangan resminya, Rabu (1/4).

Menurut dia, program makan bergizi di Korea Selatan telah berjalan lama dan memiliki dukungan anggaran besar. Setiap tahun pemerintah negara tersebut mengalokasikan dana sekitar Rp80 triliun untuk program makan bergizi di sekolah.

Ia menilai program tersebut di Korea Selatan tidak sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat. Chef dari sekolah yang menyediakan program makan bergizi bahkan kerap tampil dalam berbagai program televisi besar di Korea Selatan maupun internasional, seperti Culinary Class Wars.

Indonesia sendiri mulai menjalankan program MBG pada masa pemerintahan Presiden Prabowo dengan sasaran utama peserta didik, serta ibu hamil dan menyusui.

“Terutama buku Pangan Biru MBG yang merupakan kumpulan menu ikan terbaik di MBG Indonesia akan sangat menarik bagi orang Korea yang sama-sama merupakan bangsa maritim seperti Indonesia, dan memenuhi banyak kebutuhan proteinnya dari ikan, terutama ikan darat dan laut,” pungkasnya.

Secara terpisah, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, mengatakan buku Pangan Biru MBG disusun sebagai media komunikasi visual untuk memperkenalkan kekayaan kuliner berbasis hasil laut Indonesia.

“Melalui buku ini, kami ingin mendorong perubahan persepsi publik terhadap ikan sebagai bahan pangan yang tidak kalah menarik dibandingkan daging atau ayam, sekaligus menyoroti kandungan gizi dan protein ikan yang dinilai lebih unggul untuk mendukung kecerdasan siswa sekolah,” terangnya.

Buku Pangan Biru MBG memuat lima komoditas pangan biru utama, yaitu cakalang, udang, patin, nila, dan ikan kembung. Setiap komoditas disajikan lengkap dengan resep yang mengacu pada prinsip murah, mudah, dan lezat.

Selain itu, buku tersebut juga memuat tabel kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kelompok usia, mulai dari siswa taman kanak-kanak hingga ibu hamil.

Dalam buku setebal 209 halaman tersebut juga ditampilkan peta persebaran wilayah penghasil ikan di Indonesia. Publikasi itu turut memuat narasi mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari agenda Ekonomi Biru Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.