Program Makan Begizi Gratis (MBG) telah menyasar 55,1 juta penerima selama tahun 2025 dan ditargetkan meningkat hingga 82,9 juta pada Februari 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 335 triliun.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya agar MBG dapat berjalan dengan maksimal untuk para penerima manfaat, sehingga disiplin dalam prosedur teknis harus diperketat.
Kepala BGN Dadan Hindayana memperluas kriteria ahli gizi di SPPG untuk mengatasi kekurangan tenaga, menyusul minimnya ahli gizi yang tersedia untuk program Makan Bergizi Gratis.
BGN menyebut SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyiapkan asupan gizi untuk 600 ribu korban bencana, dengan infrastruktur dan tim yang telah siaga sejak hari pertama bencana.
Badan Gizi Nasional atau BGN akan memulai uji coba transfer dana otomatis ke virtual account SPPG untuk memastikan kelancaran operasional program makanan bergizi gratis.
Wapres Gibran dorong program Makan Bergizi Gratis di G20 sebagai model investasi strategis untuk ketahanan pangan global, sekaligus menyoroti mitigasi bencana dan isu ekonomi berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari media Jepang karena dinilai mampu meningkatkan gizi anak sekaligus mendorong pemakaian bahan lokal dan UMKM dalam pelaksanaannya.