Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia tumbuh pesat menjadi salah satu penyedia hidangan matang terbesar dunia, dengan target produksi 60 juta porsi per hari pada 2025.
Mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nekat menerobos banjir setinggi 50 cm untuk mengantarkan bantuan makanan bergizi bagi warga terdampak di Banjar, Kalimantan Selatan.
Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Badan Gizi Nasional telah menjangkau lebih dari 55 juta anak di seluruh Indonesia melalui lebih dari 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemerintah mengakui investasi asing di industri sapi perah belum terealisasi pada 2025, tertahan oleh masalah lahan dan hijauan, meski kebutuhan untuk program makan bergizi gratis terus melonjak.
Program Makan Begizi Gratis (MBG) telah menyasar 55,1 juta penerima selama tahun 2025 dan ditargetkan meningkat hingga 82,9 juta pada Februari 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 335 triliun.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya agar MBG dapat berjalan dengan maksimal untuk para penerima manfaat, sehingga disiplin dalam prosedur teknis harus diperketat.
Kepala BGN Dadan Hindayana memperluas kriteria ahli gizi di SPPG untuk mengatasi kekurangan tenaga, menyusul minimnya ahli gizi yang tersedia untuk program Makan Bergizi Gratis.
BGN menyebut SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyiapkan asupan gizi untuk 600 ribu korban bencana, dengan infrastruktur dan tim yang telah siaga sejak hari pertama bencana.