Trump Ancam Serang Teheran Lagi jika Iran Tolak Kesepakatan

Youtube The White House
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato nasional mengenai perkembangan perang di Iran.
Penulis: Desy Setyowati
21/5/2026, 06.43 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap untuk melanjutkan serangan terhadap Teheran, jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai. Ia mengatakan, Washington dapat menunggu beberapa hari untuk mendapatkan jawaban yang ‘tepat’.

"Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, itu akan terjadi dengan sangat cepat. Kita semua siap untuk bertindak," kata Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, dikutip dari Reuters, Kamis (21/5).

Ketika ditanya berapa lama dia akan menunggu, Trump menjawab bisa beberapa hari, tetapi bisa juga terjadi dengan sangat cepat.

Di tengah periode menunggu kesepakatan damai, Trump menegaskan kembali tekadnya untuk tidak mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.

"Kami berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita lihat saja apa yang terjadi. Entah mencapai kesepakatan atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi," kata Trump kepada wartawan, pada Selasa waktu AS (19/5).

"Idealnya saya ingin melihat sedikit orang yang terbunuh, bukan banyak. Kita bisa melakukannya dengan cara apa pun,” Trump menambahkan.

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC pun merespons ancaman serangan itu. "Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan meluas melampaui wilayah ini kali ini," kata mereka dalam pernyataan.

Teheran juga meluncurkan "Otoritas Selat Teluk Persia" baru untuk mengendalikan lalu lintas di jalur air Selat Hormuz yang penting.

Iran Berupaya Negosiasi tetapi Soroti Ancaman Trump

Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, negosiator perdamaian utama Iran, mengatakan dalam pesan audio di media sosial bahwa AS dinilai sedang mempersiapkan serangan baru.

Hal senada disampaikan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian. “Teheran tetap terbuka untuk negosiasi, tetapi memaksa Iran untuk menyerah melalui paksaan hanyalah ilusi,” kata dia dalam unggahan di X.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran berupaya melakukan negosiasi dengan serius dan itikad baik, tetapi memiliki kecurigaan yang kuat dan beralasan atas cara Amerika.

Baghaei mengatakan Washington dan Teheran terus bertukar pesan melalui mediasi Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Raza Naqvi.

Iran mengajukan tawaran baru kepada AS minggu ini. Deskripsi Teheran menunjukkan bahwa tawaran itu sebagian besar mengulangi persyaratan yang sebelumnya ditolak oleh Trump, termasuk tuntutan untuk mengendalikan Selat Hormuz, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, pelepasan aset yang dibekukan, dan penarikan pasukan AS. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.