Trump Ancam Kirim 1.000 Rudal jika Iran Coba Membunuhnya

REUTERS/Brian Snyder
Presiden AS Donald Trump.
Penulis: Agustiyanti
11/7/2026, 17.14 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran jika negara tersebut berupaya membunuh dirinya.

“Sebanyak 1.000 rudal telah siap dan dan diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, apabila pemerintah Iran menjalankan ancamannya, yang telah disampaikan di berbagai penjuru dunia, untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini SAYA!” tulis Trump di akun Truth Social.

Trump mengatakan, telah memberikan perintah dan mengeklaim militer AS siap, bersedia, dan mampu selama periode satu tahun, dengan kemungkinan diperpanjang, “untuk sepenuhnya meluluhlantakkan dan menghancurkan seluruh wilayah Iran.”

Trump sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah “berakhir”, tetapi Washington sepakat untuk melanjutkan perundingan yang diminta oleh Teheran.

Israel baru-baru ini membagikan informasi intelijen kepada AS yang menyatakan ada indikasi bahwa Iran telah menyusun rencana baru untuk membunuh Trump, menurut laporan The Wall Street Journal.

Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni 2026yang dimediasi oleh Pakistan. MoU ini  bertujuan mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari serta mencapai perjanjian damai yang bersifat jangka panjang.

MoU tersebut menyerukan penghentian segera pertempuran di seluruh medan konflik, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, kedua belah pihak kembali saling melancarkan serangan terkait lalu lintas pelayaran komersial di selat tersebut pada pekan ini. Amerika Serikat menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang aset-aset AS di berbagai wilayah di kawasan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara