Jejak Karier PM Baru Inggris Andy Burnham: Menkes hingga Wali Kota Manchester
Pemimpin Partai Buruh Andy Burnham telah resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris. Burnham menggantikan rekan separtainya, Keir Starmer yang menjabat PM Inggris sejak 2024.
Burnham resmi menjadi PM Inggris usai ia diundang Raja Charles III ke Istana Buckingham pada Senin (20/7) untuk membentuk pemerintahan. Mantan Wali Kota Manchester Raya itu juga telah mengumumkan kabinetnya pada Selasa (21/7).
"Kami akan menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris, menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir," kata Burnham dalam pidato pertamanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (21/7).
Naiknya Burnham sebagai PM Inggris seiring tekanan terhadap pendahulunya, Starmer. Dia akan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tak sesuai harapan, hingga polarisasi politik di tengah masyarakat.
Pernah jadi Menteri hingga Wali Kota
Andy Burnham merupakan politikus kelahiran Aintree, Lancashire pada 7 Januari 1970. Ayahnya adalah seorang teknisi telepon, sedangkan ibunya adalah resepsionis di sebuah fasilitas kesehatan.
Dia merupakan lulusan S1 Sastra Inggris di Fitzwilliam College, Universitas Cambridge. Usai lulus, ia sempat menjadi jurnalis di majalah Tank World pada 1991-1994. Ini adalah majalah yang khusus membahas kapal tanker hingga transportasi intermodal.
Usai menjadi jurnalis, Burnham bekerja untuk anggota parlemen dari Partai Buruh, Tessa Jowell sebagai periset. Pada 1995, dia bergabung dengan Serikat Pekerja Transportasi dan Umum.
Tahun 1998, dia menjadi penasihat Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris Chris Smith. Tiga tahun kemudian Burnham menjajal peruntungan di bidang politik dan berhasil menjadi anggota parlemen pada 2001.
Karir politiknya semakin meningkat dan menjadi Menteri Muda pada 2006 di bawah pemerintahan PM Tony Blair. Burnham khusus mengurus Undang-Undang Kartu Identitas.
Pergantian kekuasaan juga berdampak pada karir Burnham. Dia menjabat sebagai Menteri Negara untuk Kebudayaan, Media dan Olahraga pada pemerintahan PM Gordon Brown pada 2008.
Hanya setahun menjabat, Burnham pindah menjadi Menteri Kesehatan Inggris pada 2009. Beberapa yang dilakukannya saat menjadi Menkes adalah mengoordinasikan respons terhadap wabah flu babi hingga mengawasi program vaksinasi H1N1.
Sesudah kekalahan Partai Buruh dalam Pemilihan Umum 2010, Burnham lalu menjadi oposisi. Selama tak di pemerintahan, ia sempat mencoba mengikuti pemilihan Ketua Umum Partai Buruh, namun kalah oleh Ed Milliband.
Burnham lalu menjadi anggota kabinet bayangan Partai Buruh di parlemen pada kepemimpinan Ed Milliband (2010-2015) dan Jeremy Corbyn pada 2015 hingga 2017.
Tahun 2017, ia mengikuti pesta politik lokal dan memenangi pemilihan Wali Kota Manchester Raya. Wilayah ini terdiri dari Kota Manchester dan sembilan distrik di sekitar kota tersebut.
Selama memimpin Manchester, Burnham dikenal sebagai wali kota yang mereformasi transportasi umum lewat Bee Network. Layanan bus Kembali ke system waralaba dan diintegrasikan dengan kereta lokal hingga trem dengan tarif lebih murah.
Dia juga meluncurkan program A Bed Every Night, yakni penyediaan tempat tidur darurat bagi tunawisma. Ia memperluas pendekatan perumahan dengan memberikan tempat tinggal permanen kepada tunawisma.
Memasuki 2026, nama Burnham masuk menjadi radar calon PM Inggris usai terus menurunnya popularitas Keir Starmer. Pada Mei 2026, Burnham memutuskan untuk mengikuti pemilihan sela untuk wilayah Makerfield. Keputusan ini setelah Starmer memutuskan untuk mengakhiri jabatannya sebagai PM Inggris.
Ia lalu memenangkan pemilihan sela dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan pimpinan Partai Buruh sekaligus calon PM Inggris berikutnya.