Trump Sebut AS Bakal Serang Pickaxe Mountain Iran, Dekat Fasilitas Nuklir Natanz

Instagram/White House
Presiden AS Donald Trump.
Penulis: Ahmad Islamy
21/7/2026, 23.26 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (21/7) menyatakan militernya segera melancarkan serangan terhadap area Pickaxe Mountain (Gunung Beliung). Kawasan itu berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz milik Iran yang sebelumnya telah mengalami kerusakan parah. 

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran. Militer AS sebelumnya telah melancarkan gelombang serangan terbaru yang menandai malam ke-10 berturut-turut serangan udara AS ke wilayah Iran.

Pickaxe Mountain dikenal sebagai kawasan yang dibentengi dengan begitu kuat oleg Iran dan memuat dua kompleks terowongan bawah tanah yang sangat dalam. Sejumlah pakar menilai fasilitas yang terhubung dengan program nuklir Iran tersebut berada di luar jangkauan bom penghancur bunker (bunker-buster) paling kuat yang dimiliki oleh persenjataan AS. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa kawasan tersebut kini berada dalam radar target utama AS.

Pembalasan AS dan Gugurnya Prajurit Amerika

Rangkaian serangan udara beruntun yang dilancarkan AS dalam 10 hari terakhir dilakukan untuk memperlemah kemampuan militer Iran dalam mengancam serta menyerang jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Eskalasi militer itu terpicu setelah tiga prajurit AS tewas akibat serangan jarak jauh Iran. Dua tentara tewas di Yordania, sedangkan seorang lainnya meninggal di Irak. 

Trump bersumpah untuk membalas kematian para prajurit tersebut dan menyatakan bakal menghantam Iran dengan sangat keras. 

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengonfirmasi dua prajurit yang gugur dalam serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania adalah Prajurit Dua (Pte) Isabella Gonzales (19) dan Letnan Satu (Lt) Tyler James Feehan (25). Menurut Komando Pusat AS (Centcom), serangan udara Washington sejauh ini menyasar berbagai target vital militer Iran, termasuk pusat komando, fasilitas pertahanan maritim, situs peluncuran rudal dan pesawat nirawak (drone), serta sistem pertahanan udara. 

Serangan malam sebelumnya dilaporkan menghantam sejumlah kota penting di Iran, termasuk Tabriz, Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini.

Respons Teheran dan Dampak di Kawasan

Menanggapi gelombang serangan udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi perang berskala penuh (full-scale war) melawan AS. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa pihak Teheran merespons serangan AS dengan menyerang kapal-kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta menargetkan aset-aset militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.

Ketegangan tersebut juga meluas ke negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Militer Yordania mengonfirmasi telah menembak jatuh beberapa rudal Iran yang melintas di wilayah udaranya. Sementara Angkatan Bersenjata Kuwait dan Bahrain melaporkan berhasil mencegat dan mengantisipasi ancaman serangan drone Iran.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sebelumnya telah berakhir dan aksi saling balas terus berlangsung di kawasan Selat Hormuz, saluran diplomatik antara kedua pihak dilaporkan belum sepenuhnya terputus. Pesan-pesan diplomatik masih terus dipertukarkan oleh AS dan Iran melalui negara-negara perantara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.