Jepang Kirimkan Kapal dan Helikopter untuk Bantu Pemadaman Karhutla

ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/wsj
Personel Daops Manggala Agni menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
Penulis: Reihan Cahya
31/8/2026, 13.45 WIB

Jepang memberangkatkan sebuah kapal milik Angkatan Maritim Bela Diri Jepang (JMSDF) untuk menjalankan misi membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kapal tersebut diberangkatkan dari Prefektur Hiroshima, Jepang Barat pada Minggu (30/8). 

Menurut laporan The Mainichi, kapal JS Kunisaki tersebut mengangkut tiga helikopter CH-47, dan berisikan 350 personel Angkatan Bela Diri (SDF) Jepang yang siap membantu pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan.

Kementerian Pertahanan Jepang menyebut pengiriman kapal, helikopter, dan personel ini dalam misi pemadaman kebakaran hutan di luar negeri merupakan yang pertama kali dilakukan oleh SDF. Misi ini dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama yang ditandatangani Kementerian Pertahanan Jepang dan Indonesia pada Mei 2026.

Perjanjian ini mencakup beberapa lingkup kerja sama seperti pengembangan industri pertahanan maritim, kemanusian hingga mitigasi Bencana. Setelah berlayar dari pangkalan Kure, Hiroshima, Kapal Kunisaki diperkirakan akan tiba dan berlabuh di Indonesia dalam satu atau dua minggu ke depan.

Bantuan dari Malaysia

Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Hidup Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan Indonesia menyetujui untuk memberikan izin resmi bagi Malaysia untuk melintasi wilayah udara dalam rangka melakukan operasi pembenihan awan atau cloud seeding. Ia juga mengatakan Malaysia siap membantu untuk memadamkan kebakaran hutan di Indonesia. 

Jika diperlukan, hal ini akan dibahas dalam rapat Kabinet. Malaysia memiliki pesawat amfibi Bombardier  yang dapat digunakan untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia. Pesawat milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) tersebut memang dirancang untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran dari udara, selain patroli maritim dan pencarian serta penyelamatan.

Pesawat ini memiliki kemampuan utama berupa water scooping, yakni mengambil air langsung dari permukaan sungai, danau, atau laut saat pesawat melaju rendah di atas permukaan air. Berdasarkan spesifikasi APMM, CL-415MP dapat mengambil hingga 6.137 liter air hanya dalam waktu sekitar 12 detik.

Setelah mengisi tangki, pesawat dapat kembali menuju lokasi kebakaran dan melakukan water bombing, yaitu menjatuhkan air dari udara ke area yang terbakar. Kemampuan tersebut membuat CL-415MP dapat melakukan pengisian air berulang kali tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi tangki.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.