Darurat Corona Diperpanjang, Pengusaha Jamin Stok Kebutuhan Cukup

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Ilustrasi. Kadin memastikan stok mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Editor: Agustiyanti
18/3/2020, 10.46 WIB

Pemerintah memperpanjang masa darurat wabah virus corona hingga 29 Mei 2020. Kamar Dagang dan Industri Indonesia memastikan semua bahan kebutuhan masyarakat, pangan maupun nonpangan seperti obat-obatan, mencukupi. 

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan industri-industri farmasi, makanan dan minuman, serta industri tekstil. Produk-produk tersebut dipastikan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

"Kami melihat satu per satu. Farmasi menyampaikan pasokan obat masih aman hingga Juni, makanan dan minuman untuk dua-tiga bulan ke depan masih aman, dan bahan baku kain dari Tiongkok sudah mulai dikirim," kata dia di Jakarta, Selasa (17/3).

Beberapa industri bahan baku di Tiongkok telah kembali berproduksi dengan normal sehingga ketersedian bahan baku cukup banyak. Kendati demikian, sektor-sektor usaha harus berebut dengan negara lain yang seret pasokan.

(Baca: Warga AS Panik Belanja, Penjualan Tisu & Obat di Amazon Naik 10 Kali)

Saat ini, kondisi paling buruk dialami industri farmasi. Pasalnya, selain harus berebut bahan baku, pemerintah melalui BPJS Kesehatan masih menunggak pembayaran obat dengan jumlah yang besar sehingga industri kesulitan untuk membeli bahan baku.

"Di satu sisi mereka juga ada kendala utang BPJS Kesehatan belum dibayar kurang lebih sampai Rp 6 triliun dan di sisi lain harus rebutan bahan baku itu masalah yang harus segera diselesaikan," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera menyelesaikan masalah tersebut jika tak ingin menimbulkan kendala lebih besar.

Halaman:
Reporter: Tri Kurnia Yunianto