Bank BRI Sambut Puncak Peringatan Hari Batik Nasional

Katadata
Direktur Utama BRI Sunarso (empat dari kiri), Komisaris BRI Hendrikus Ivo (kanan) dan Direktur Konsumer BRI Handayani (dua dari kiri) bersama nasabah binaan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI dalam acara puncak Hari Batik Nasional yang diselenggarakan di Istana Mangkunegaran, Surakarta (02/10). Melalui dukungan terhadap event ini, Bank BRI menunjukkan komitmen untuk merawat dan melestarikan batik yang merupakan intangible heritage dari Indonesia.
Penulis: Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
2/10/2019, 21.27 WIB

Solo – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung pagelaran “Membatik untuk Negeri” di Istana Mangkunegaran Surakarta yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dukungan BRI dalam merayakan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober seperti ini dilakukan tiap tahun.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso yang hadir dalam acara “Membatik untuk Negeri” mengungkapkan bahwa dukungan Bank BRI terhadap event ini merupakan bentuk nyata kepedulian perseroan dalam melestarikan batik. “Batik merupakan intangible heritage dari Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Untuk itu tentu harus kita jaga, rawat, dan lestarikan bersama,” katanya.

Di samping membatik, dalam event tersebut Presiden Joko Widodo bersama Yayasan Batik Indonesia akan meluncurkan Buku Batik Indonesia dalam bentuk Buku Saku dan e-Book, sehingga masyarakat dapat mempelajari pengetahuan umum tentang batik secara mudah. Buku tersebut juga dilengkapi dengan teknologi augmented reality (AR) agar masyarakat dapat melakukan kegiatan interaktif pada saat membaca. Ke depan, diharapkan pembelajaran batik dapat masuk ke kurikulum sekolah, sehingga batik sebagai warisan budaya dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

Dalam acara tersebut Bank BRI juga mendatangkan 10 pembatik, anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) Solo dan RKB Yogya untuk hadir. Sunarso menambahkan, di Solo Raya Bank BRI memiliki 73 ribu binaan yang tergabung di RKB, sebanyak 60 persen di antaranya merupakan pembatik.

“Batik merupakan karya seni, maka keunikannya yang tidak bisa distandarkan secara manufaktur, itu yang harus kita jaga misalnya sentuhan seninya, handmade, itu yang mesti dijaga maka nilai tambah ada di situ,” tambah Sunarso. Ia mengatakan pembinaan yang perlu dilakukan adalah untuk menjaga sifat orisinalnya yang non-pabrikan dan tampilan lebih menarik, dan bisa mengakses pasar internasional. ”Kita fasilitasi transaksinya.”

Masih dalam rangka perayaan Hari Batik Nasional, Bank BRI juga mewajibkan seluruh pekerjanya yang berjumlah kurang lebih 124 ribu di seluruh Indonesia untuk memakai batik pada hari Rabu, 2 Oktober 2019. Ini merupakan upaya perseroan untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan  seluruh pekerjanya terhadap batik