Sandiaga Gagas Konsep Unikop untuk Berdayakan Koperasi

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan konsep Unikop atau unit koperasi dengan kelolaan Rp 1 triliun untuk pengembangan ekonomi.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
27/2/2019, 17.30 WIB

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berjanji mengembangkan Unikop jika terpilih dalam Pilpres 2019. Unikop merupakan unit koperasi dengan dana kelolaan minimal Rp 1 triliun.

"Konsep Unikop yang kami kemukakan itu adalah sebuah koperasi yang sudah menembus skala Rp 1 triliun," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (27/2). Program ini ditujukan untuk mendorong munculnya koperasi-koperasi di Indonesia dengan skala besar.

Sandiaga mengatakan, Unikop ini akan ditujukan untuk mengembangkan gerakan koperasi di Indonesia. Ini sebagaimana masukan yang diberikan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Sri Edi Swasono kepadanya.

Sandiaga bertemu dengan Edi pagi ini di Gor Bulungan. Menurut Sandiaga, Edi mengapresiasi gagasannya untuk membuat Unikop di Indonesia. "Pak Edi Swasono memberikan masukan tentang Pasal 33 UUD 1945 bahwa koperasi adalah bentuk usaha yang harus kami dorong," kata Sandiaga.

Nantinya, program Unikop ini akan dikombinasikan dengan program OK OCE yang telah digagas lebih dahulu oleh Sandiaga. Dengan demikian, berharap berbagai programnya itu dapat mendorong tumbuhnya lapangan kerja di Indonesia.

"Membuka lapangan kerja ini bisa kita konkretkan dengan program OK OCE, Unikop, dan program-program yang langsung menyentuh masyarakat," kata Sandiaga.

Ide Unikop ini sebelumnya disampaikan Sandiaga saat kampanye di Bali, Sabtu (23/2). Ide tersebut digagasnya karena dia percaya koperasi dapat menjadi kekuatan penggerak ekonomi nasional jika dikelola secara baik.

Ide ini pun ditawarkannya untuk mewujudkan cita-cita mantan Wakil Presiden RI Muhammad Hatta untuk mendorong gerakan koperasi. "Jika kami terpilih melayani masyarakat Indonesia, akan kami bentuk Unikop-unikop baru, usaha rintisan koperasi dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun," kata Sandiaga.

(Baca: Hadapi Debat Ketiga, Sandiaga Dapat Masukan dari Sejumlah Tokoh)

Ekonomi Kerakyatan ala Ma'ruf Amin

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin sebelumnya juga menyebut koperasi sebagai salah satu kekuatan dalam ekonomi kerakyatan yang diusungnya. Ma'ruf mengatakan, ekonomi kerakyatan yang berlandaskan pembangunan dari bawah bisa mengatasi kesenjangan ekonomi antara masyarakat yang berpendapatan tinggi dan rendah di Indonesia. Dalam visinya, koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Hal tersebut diungkapkannya dalam peluncuran buku 'The Ma'ruf Amin Way' di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (1/2). Ma'ruf mencontohkan kesenjangan ekonomi yang lebar di masa lalu disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan para konglomerat.

Kebijakan itu dibangun dengan harapan agar kekayaan para konglomerat dapat juga dirasakan masyarakat berpendapatan rendah (trickle down effect). Hanya saja, Ma'ruf menilai efek itu saat ini tidak terjadi. "Yang atas makin kuat, yang bawah semakin lemah," kata Ma'ruf.

Atas dasar itu, Ma'ruf menilai perlu ada kebijakan yang dapat membangun ekonomi kerakyatan. Kebijakan itu dilakukan dengan proses redistribusi aset dan pemberian akses lahan dan sumber-sumber ekonomi ke masyarakat.

(Baca: Konsep Ekonomi Kerakyatan Ma'ruf Amin, Koperasi Jadi Motornya)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Dimas Jarot Bayu