Meski Sumbangan Individu Minim, Tim Prabowo Yakin Publik Mau Perubahan

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Relawan mengikuti acara Pembekalan Relawan Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo- Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Acara tersebut mengambil tema "Bergerak Menuju Kemenangan".
Penulis: Dimas Jarot Bayu
2/1/2019, 14.23 WIB

Total sumbangan dana kampanye dari perorangan (individu) yang diterima oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencapai sekitar Rp 150 juta. Meski masih minim, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga optimistis sumbangan ini menunjukkan masyarakat menginginkan perubahan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Nilai sumbangan kampanye dari perorangan ini meningkat jika dibandingkan laporan penerimaan dana kampanye yang disampaikan BPN Prabowo-Sandiaga pada 31 Desember 2018 sebesar Rp 76,19 juta. Jumlah tersebut juga belum ditambah dari penggalangan dana yang diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar.

Bendahara BPN Prabowo-Sandiaga, Thomas Jiwandono, mengatakan sumbangan dana kampanye dari perorangan ini menunjukkan animo yang luar biasa dari masyarakat. Sumbangan dana kampanye dari perorangan rata-rata senilai Rp 50 ribu. Jumlah sumbangan yang paling besar diterima BPN sekitar Rp 15-16 juta sedangkan yang paling kecil Rp 8 ribu.

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengklaim sumbangan dana kampanye perorangan itu berasal dari berbagai elemen masyarakat. Ada sumbangan yang didapatkan dari tukang becak dan pengemudi transportasi online. "Hal ini menunjukkan semangat masyarakat menginginkan adanya perubahan," kata Sudirman di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (2/1).

Ia mengatakan, banyak orang menyadari perlu ada perbaikan terhadap situasi negara, khususnya di bidang ekonomi. Sudirman menyebut, banyak masyarakat mengeluhkan harga kebutuhan pokok tidak terjangkau, lapangan pekerjaan susah. Selain itu, kekompakan sosial di Indonesia terganggu. "Ini membuat suatu suasana batin kolektif masyarakat, yang insya Allah itu menjadi jalan bagi munculnya perubahan ke depan," kata Sudirman.

(Baca: Dana Kampanye Pilpres Rp 54 Miliar, Sandiaga Sumbang Paling Banyak)

Timses Prabowo-Sandiaga hingga saat ini belum mendapatkan sumbangan dana kampanye dari badan usaha. Sudirman mengakui hal tersebut merupakan tantangan yang dihadapi oleh kandidat penantang dalam Pilpres 2019. Hanya saja, dia meyakini akan ada badan usaha yang ikut menyumbang ke depannya. "Kami tetap berprasangka baik," kata Sudirman.

Saat ini, jumlah dana kampanye yang telah digalang Prabowo-Sandiaga sebesar Rp 54 miliar. Sumber dana kampanye terbesar saat ini masih berasal dari Sandiaga sebesar Rp 39,5 miliar atau 73,1%. Sumbangan dana kampanye dari Prabowo tercatat sebesar Rp 13,05 miliar atau sekitar 24,2%. Sementara, dari Partai Gerindra Rp 1,39 miliar. Partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur lainnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat hingga saat ini belum ikut menyumbang dana kampanye.

(Baca: Dua Bulan Kampanye, Sandiaga Sudah Jual Saham Saratoga Rp500 Miliar)