PDIP Tak Akan Lantik Caleg yang Elektabilitasnya Lampaui Jokowi-Ma'ruf

ANTARA FOTO/Moch Asim
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus PDIP, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
23/11/2018, 12.45 WIB

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memerintahkan para calon anggota legislatif (caleg) untuk ikut memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. PDIP bakal mewajibkan para caleg untuk memasang gambar Jokowi-Maruf di setiap alat peraga kampanye mereka.

Para caleg pun diperintahkan untuk memasang foto Presiden pertama Soekarno serta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan, PDIP akan mengeluarkan instruksi agar perolehan suara para caleg tidak melampaui elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"Bagi caleg yang nanti perolehan suaranya melampaui perolehan suara presiden dan wakil presiden, kami usulkan untuk tidak dapat dilakukan pelantikan," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Jumat (23/11).

(Baca: Survei LSI: PDI Perjuangan Berpotensi Menjadi Partai Paling Kuat)

Menurut Hasto, instruksi tersebut dikeluarkan lantaran Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 merupakan satu tarikan nafas. Alhasil, upaya memenangkan Pileg dan Pilpres harus dilakukan beriringan.

Hasto mengatakan, PDIP saat ini sudah memiliki modal besar untuk bisa menang Pileg dan Pilpres. Sebab, elektabilitas Jokowi berdasarkan beberapa survei berkisar di angka 54-60%.

Selain itu, Hasto menyebut perolehan suara PDIP berdasarkan beberapa survei mencapai 29,9%. Hanya saja, hasil survei tak boleh membuat para caleg PDIP berpuas diri.

Para caleg PDIP tetap harus berkampanye ke lapangan dan bertemu masyarakat. Dengan demikian, hal ini dapat menjadi momentum emas bagi PDIP untuk bisa menang dua kali berturut-turut dalam Pileg dan Pilpres. "Tugas kita bersama untuk turun ke bawah menggelorakan suara rakyat itu," kata Hasto.

(Baca: Kekalahan PDIP di Pilkada Dinilai Jadi Ancaman di Pemilu 2019)