Kasus Novel Belum Terungkap, Wakapolri Bela Penyelidikan Anak Buah

Antara
Wakapolri Komjen Pol Ari Dono mengikuti rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
1/11/2018, 20.49 WIB

Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak terungkap hingga kini. Penyelidikan oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya belum membuahkan hasil. Padahal, sudah lewat 500 hari perkara tersebut terjadi.

Walau demikian, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono membela anak buahnya. Menurut dia, polisi terus menyelidiki kasus tersebut. “Proses penyelidikan maksimal sudah kami kerjakan,” kata Ari di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Kamis (1/11).

(Baca: Novel Baswedan Kembali Bekerja, Desak Jokowi Ungkap Penyiram Keras)

Sebelumnya, Novel menuding penanganan kasus penyerangan terhadap dirinya sengaja tidak diungkap. Indikasinya, hingga saat ini kasus tersebut mengendap di kepolisian. Semestinya, proses penyelidikan dilakukan sejak awal.

Hampir tidak mungkin untuk mengusutnya setelah lebih dari tiga bulan. “Jadi, saya katakan ini sengaja ditutupi untuk tidak akan pernah diungkap,” kata Novel di Gedung KPK, Jakarta seperti dikutip Antaranews.

Novel pun menilai Presiden Joko Widodo dapat turun tangan dalam upaya mengungkap penyerangan terhadap dirinya. Harapannya, pengusutan kasus yang terjadi pada 11 April 2017 itu lebih serius ditangani kepolisian.

(Baca: KPK Minta Jokowi Tambah Biaya Pengobatan Mata Novel )

Terlibatnya Jokowi dapat menunjukkan dukungan riil pemerintah terhadap masalah pemberantasan korupsi. “Seandainya tidak mau mengungkap masalah saya, tidak ada masalah. Saya berharap mengungkap semua penyerangan kepada pegawai-pegawai KPK lainnya,” kata dia.