Ombudsman Soroti Rangkap Jabatan Ali Mochtar Ngabalin

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala berkunjung ke KPK, (15/5/2018).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
20/7/2018, 16.39 WIB

Ombudsman akan melakukan kajian investigatif terkait rangkap jabatan yang terjadi di pemerintahan saat ini. Salah satunya membidik proses rangkap jabatan yang dilakukan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Pasalnya, Ngabalin saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Angkasa Pura I (API). Pengangkatan Ngabalin dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I Nomor SK-210MBU/07/2018 pada Kamis (19/7).

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menilai rangkap jabatan tengah menjadi tren yang berkembang di pemerintahan. Padahal, sesuai aturannya rangkap jabatan tidak diperbolehkan. 

Sehingga, pengkajian dilakukan untuk memeriksa kemungkinan pelanggaran administrasi terkait rangkap jabatan. "Ini yang akan kami cek ke depan," kata Adrianus di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7).

(Baca juga: Dulu Lawan Sekarang Kawan)

Adrianus mengatakan pihaknya bakal memanggil pemerintah dalam waktu dekat untuk menelusuri proses rangkap jabatan. "Setelah kami panggil pemerintah, akan diberikan saran yang jelas," kata Adrianus.

Beberapa hari lalu Ngabalin diangkat sebagai Komisaris Angkasa Pura I menggantikan Selby Nugraha Rahman yang telah menjabat sejak 25 Oktober 2015. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, terpilihnya Ngabalin telah melalui uji kompetensi yang dilakukan kementeriannya.

Rini menilai Ngabalin dipilih lantaran memiliki wawasan yang luas. Bagi Rini, masukan dari Ngabalin dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. "Kami melihat Pak Ngabalin mempunyai wawasan luas yang akan memberikan benefit kepada API," kata Rini di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/7) malam.

Pengangkatan Ngabalin sebagai komisaris hanya berjarak sekitar dua bulan sejak dia menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden. Tugasnya menyosialisasikan berbagai kebijakan dan capaian pemerintah.

Ketika itu pengangkatan Ngabalin menarik perhatian karena saat kampanye Pemilihan Presiden 2014, pria yang selalu memakai serban itu berada pada kubu Prabowo Subianto dan kerap bersuara lantang mengkritik kandidat capres Joko Widodo (Jokowi).

(Baca juga: Istana Tantang Prabowo Buka-bukaan Data Penggelembungan Dana LRT)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.