Rini Tunjuk 2 Staf Khusus Urusi Capex BUMN dan Ekonomi Kerakyatan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengangkat dua Staf Khusus baru. Dua staf khusus ini akan mengurusi belanja modal perusahaan pelat merah dan ekonomi kerakyatan.
Kedua staf yang ditunjuk adalah Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro sebagai Staf Khusus II dan Parman Nataatmadja Staf Khusus V Menteri BUMN. Dalam keterangan resmi Kementerian BUMN disebutkan bahwa penunjukan Judith dilakukan pada Rabu kemarin, sedangkan Parman pada Jumat pekan lalu.
Rini menugaskan Judith secara khusus untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan inisiatif strategis BUMN dan menyinkronisasikannya dengan program prioritas pembangunan nasional serta pelaksanaannya. Judith juga bertugas memantau dan mengevaluasi kebijakan pembiayaan dan pelaksanaan belanja modal atau capital expenditure (capex) BUMN.
Sementara Parman bertugas secara khusus menangani pemantauan, evaluasi serta pelaksanaan kebijakan kontribusi BUMN untuk mendukung ekonomi kerakyatan. Kedua Staf Khusus ini melengkapi Staf Khusus yang ada sebelumnya, yaitu Sahala Lumban Gaol dan Wianda Pusponegoro.
Sebelumnya, Judith memulai karir di bidang media dan jurnalistik pada 1983-1995, dia juga pernah menjadi Pimpinan Redaksi di Daily Executive Economic Digest selama tiga tahun. Pada 1987, Judith bergabung dengan Standard Chartered Bank. Selanjutnya, dia memulai karirnya di Total E&P Indonesia di tahun 2007.
Dia juga aktif di berbagai aktivitas sosial pemberdayaan masyarakat di berbagai yayasan pendidikan, kesehatan dan olahraga, lingkungan hidup dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, dan kebutuhan khusus. Wanita ini juga memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan.
Pada 1991, dia pernah tergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP) selama 8 tahun. Dia juga pernah menjadi Staf Khusus Menteri Negara Pengelolaan Aparatur Negara di tahun (1992-1994), Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup di tahun (1993-1996), Staf Ahli Pemkab Kutai Kartanegara (2001-2007), dan aktif sebagai Koordinator Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua) sejak 2014.
Sementara, Parman menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia tahun 1985, kemudian International Executive Program di State University of New York, Buffalo, Amerika Serikat pada 1986. Di kampus yang sama, dia menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada 1988.
Parman pernah menjabat Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani/PNM (Persero) selama dua periode dari tahun 2008-2018. Dia juga pernah mendapatkan Anugerah Tokoh BUMN di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan dari Menteri BUMN. Parman juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).
Dirinya juga memiliki pengalaman yang panjang dalam dunia keuangan, dimulai sejak menjadi Direktur PT Danareksa Finance (1993), Managing Director PT Niaga Leasing (1996), President Director PT Niaga Internasional Factors (1996), Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (2005).