BioNTech Perlu Formula Baru Vaksin Untuk Cegah Varian Covid-19

ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Dado Ruvic/Illustration Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021).
4/10/2021, 11.43 WIB

Sahin memperkirakan, ada dua program utama vaksinasi pada tahun depan. Program pertama ialah melanjutkan vaksinasi pada masyarakat yang belum mendapatkan akses vaksin, kedua adalah vaksinasi dosis ketiga (booster).

Pfizer dan BioNTech serta produsen lainnya berada di bawah tekanan dari negara berkembang dan organisasi untuk berbagi paten agar vaksin dapat diproduksi lebih luas. Namun, Sahin dan bos Pfizer Albert Bourla menolak membagikan paten untuk mencegah risiko pada kontrol kualitas serta melemahkan inovasi.

Sebagaimana diketahui, kemitraan antara biotek Jerman dan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer menghasilkan vaksin Covid-19 pertama. Vaksin BioNTech-Pfizer juga menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi mRNA. Pada tahun ini, vaksin tersebut menjadi yang paling laris di dunia.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika