Pengertian Inovatif, Jenis, dan Cara Melatihnya yang Perlu Diketahui

pixabay.com
Ilustrasi Inovatif
Penulis: Siti Nur Aeni
31/5/2022, 14.30 WIB

Menjadi pribadi yang inovatif menjadi hal yang dibutuhkan saat ini. Sejatinya pengertian inovatif sangat erat kaitannya dengan kemampuan yang mengacu pada kreativitas yang diperlukan agar bisa menjadi individu yang lebih berkembang.

Inovatif juga sering dimaknai sebagai sebuah usaha untuk meningkatkan skill guna beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Di era digital seperti saat ini, perubahan di segala bidang sangat cepat terjadi. Maka dari itu, kemampuan inovatif sangat dibutuhkan agar tidak tertinggal zaman.

Pengertian Inovatif

Sebelum mengenal lebih jauh tentang inovatif, tak ada salahnya jika kita mempelajari terlebih dahulu makna dari kata inovatif. Menurut keterangan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian inovatif adalah sebuah hal yang bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru atau bersifaat pembaruan (kreasi baru).

Pengertian inovatif juga diterangkan dalam situs glints.com. Dalam website tersebut diterangkan bahwa, skill inovatif merupakan pengetahuan dan kemampuan yang dapat digunakan untuk membuat dan menyesuaikan dengan perubahan.

Semenatara itu, menurut penjelasan di Jurnal Psikologi Ulayat disebutkan bahwa setiap inovasi akan selalu diikuti dengan kemunculan ide baru yang sifatnya. Dalam jurnal tersebut juga disebutkan bahwa perilaku kerja inovatif yaitu sebuah rangkaian kegiatan kerja yang secara bertahap dilakukan oleh pekerja dalam mengembangkan dan meningkatkan perlaku kerja yang efektif.

Jenis-jenis Kemampuan Inovatif

Berfikir dan berperilaku inovatif menjadi hal yang penting dan dibutuhkan dalam menjalani kehidupan di era modern seperti saat ini. Menurut penjelasan di glints.com, kemampuan inovatif ini memiliki beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Imagination

Salah satu jenis skill inovatif yang sering diterapkan khususnya dalam dunia kerja yaitu imagination. Jenis inovatif ini mengarah pada kemampuan seseorang untuk membayangkan cara terbaik saat menyelesaikan pekerjaan. Kemampuan imajinasi yang kuat dapat memberikan Anda kemampuan untuk memprediksi hal dari ide yang dimiliki.

2. Design

Jenis kemampuan inovatif lainnya yaitu design. Inovasi mengharuskan Anda untuk memikirkan konsep kreatif dan menentukan spesifikasi realistis untuk menerapkan sebuah rencana. Dengan adanya kemampuan ini, maka Anda bisa membuat ide dari produk dan proses menjadi kenyataan.

3. Critical Thinking

Critical thinking atau berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan inovatif yang perlu dimiliki. Kemampuan ini membuat kita bisa membaca situasi dan mengenali kualitas pekerjaan yang perlu diperbaiki. Critical thinking ini juga bisa membuat kita menjadi proaktif dalam melakukan perbaikan dan mempertahankan pertumbuhan.

4. Enterpreneurship

Jenis kemampuan inovatif yang terakhir yaitu enterpreneurship. Dengan memiliki kemampuan ini maka kita bisa menemukan peluang usaha dan menggunakan ide untuk mewujudkan hal-hal yang bernilai. Pola pikir ini juga mempermudah kita untuk berinovasi sesuai permintaan pihak lain.

Cara Melatih Kemampuan Inovatif

Kemampuan inovatif sebenarnya sesuai yang dimiliki setiap manusia. Namun, jika kemampuan ini tidak dilatih, lambat laun bisa hilang. Padahal, kemampuan inovatif sangat dibutuhkan agar kita bisa terus berkembang di berbagai zaman. Maka dari itu, kita perlu melatih kemampuan inovatif setiap saat.

Mengutip dari topkarir.com, berikut ini sejumlah cara melatih kemampuan inovatif yang bisa Anda coba.

1. Meningkatkan Rasa Penasaran

Rasa penasaran atau rasa ingin tahu yang tinggi sangat penting dalam melatih diri agar bisa berpikir dan berperilaku inovatif. Dengan melatih rasa penasaran dalam diri, maka kita akan mendapatkan banyak wawasan yang membuat kita selalu berpikir inovatif.

2. Mencari Pengalaman Baru

Cara melatih kemampuan inovatif lainnya yaitu dengan mencari pengalaman baru. Cara ini bisa mendorong kita berpikir realistis dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghadapi situasi yang baru.

3. Tidak Takut Mengambil Risiko

Saat dihadapkan pada sebuah pilihan, jangan takut dalam mengambil risiko. Pasalnya, dengan berani mengambil risiko, kita akan terbiasa untuk berpikir kritis dalam mengahdapi sebuah masalah. Seiring berjalannya waktu, maka kita akan semakin kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan sebuah masalah.

4. Membiasakan Diri Berdiskusi dengan Orang Lain

Pemikiran inovatif bisa muncul saat kita berdiskusi dengan orang lain. Hal tersebut dikarenakan dengan jaringan yang luas maka kita bisa mengetahui presepsi orang lain sekaligus menambah pengetahuan yang belum kita ketahui.

5. Membuka Diri

Cara melatih inovatif lainnya yaitu membuka diri. Dengan membuka diri, maka kita akan terbiasa menerima ide dan konsep inovatif dari luar. Membuka diri juga membuat kita bisa memahami pemikiran orang lain dengan baik. Tak hanya itu, kita jug bisa mendapatkan pengetahuan baru dari orang lain.

Itulah penjelasan seputar pengertian inovatif hingga cara melatih kemampuan tersebut. Dengan mengembangkan pemikiran inovatif, maka harapannya kita akan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan yang terjadi saat ini.