Surya Paloh Belum Bahas 2024 dengan PDIP, Akan Tetap Koalisi?
Partai Nasdem telah menemui sejumlah partai politik untuk membicarakan persiapan menuju 2024. Meski demikian, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mengatakan dirinya belum bertemu dan membicarakan koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Surya mengatakan PDIP merupakan partai besar yang bisa mencalonkan siapapun calon yang diinginkan. Apalagi partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut telah memenuhi syarat untuk memajukan calonnya.
"Belum ada pembicaraan. Tapi yang saya tahu, bersama atau tanpa NasDem, PDIP sudah bisa mencalonkan siapa yang diinginkan," kata Surya di Malang, Senin (25/7).
Soal kemungkinan berkoalisi dengan PDIP pada Pemilu 2024, Surya mengatakan bahwa penting partai politik menunjukkan rasa saling menghargai. Ia memastikan komitmen Nasdem bersama PDIP untuk mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Kalau ada hal lain-lain, saya pikir itu dialektika dan romantika kecil-kecilan saja," katanya.
Bulan lalu, Surya mengatakan partainya belum resmi berkoalisi dengan pihak lain untuk menghadapi Pemilu 2024. Pertemuan yang dilakukan hanya bagian dari lobi sekaligus bertukar pikiran.
Surya telah bertemu dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, hingga Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Tak hanya itu, Nasdem juga telah mengumumkan tiga nama tokoh yang akan dijajaki sebagai bakal calon presiden (capres) yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Jenderal TNI Andika Perkasa.
Adapun hubungan Surya dengan Megawati mendingin selama beberapa waktu belakangan. Salah satu momen yang sempat ramai adalah ketika Megawati terlihat tak menyalami Surya saat pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) awal Oktober 2019.
Momen tersebut terus berlanjut saat keduanya ditengarai saling sindir pada Juni 2022. Saat menutup Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem, Surya sempat meminta kader kadernya membuang jauh sikap sombong.
Surya awalnya mengatakan bahwa Nasdem bersiap menuju 2024 dengan tahu diri lantaran tak melewati Presidential Threshold. Ia mengingatkan anak buahnya agar tidak merasa paling kuat dan berkuasa.
"Buang praktik kesombongan, merasa paling hebat, paling mantap sendiri," kata Surya pada 17 Juni 2022 lalu.
Bak tersengat, Megawati pada Rakernas PDIP pada 21 Juni lalu mengaku heran ada yang menyebut dirinya dan PDIP sombong. Padahal Mega merasa dirinya tak pernah menjelekkan ketua umum partai lain.