Tanggapi Desakan Reshuffle untuk Nasdem, PAN: Terserah Pak Jokowi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan pidato politiknya pada penutupan Rakernas PAN di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/8/2022).
Penulis: Ade Rosman
12/10/2022, 16.39 WIB

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto mengatakan partainya tak terlalu ambil pusing dengan bergulirnya desakan reshuffle untuk menteri yang berasal dari Partai Nasional Demokrat. Partai menyerahkan urusan reshuffle pada Presiden Joko Widodo. 

"Kalau masalah reshuffle dari partai manapun dan posisi apapun kan terserah Pak Jokowi," kata Yandri kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (12/10).

Isu reshuffle kabinet digaungkan beberapa relawan Jokowi menyusul pendeklarasian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh partai nasdem. Sindiran juga sempat dilayangkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dengan menyebut ‘biru’ keluar dari pemerintahan. 

Menurut Yandri, saat ini partainya akan lebih fokus untuk menyukseskan agenda internal. PAN juga tidak akan mencampuri agenda dari partai lain. 

"Tidak mesti dari NasDem, partai lain juga kalau kata pak Jokowi layak tentu di-reshuffle. Hak Jokowi itu, kami gak bisa ikut campur," ujar Yandri. 

Desakan agar Jokowi segera mendapak menteri-menteri Nasdem dari kabinet sebelumnya telah disampaikan relawan Jokowi. Pada Senin (10/10) relawan Jokowi bahkan menggelar aksi di samping istana. Tiga menteri Nasdem yang diusulkan dicopot adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate.

Mereka beralasan, pencalonan Anies sebagai capres bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh Jokowi.

"Pada 2017 lalu, dia (Anies) melakukan politik identitas. Implikasinya secara nasional, sehingga polarisasi politik terjadi sampai saat ini," kata Perwakilan Forum Diskusi Relawan Jokowi Andreas R Behiary dalam konferensi pers di N Hotel yang berlokasi di sebelah Istana Merdeka, Jakarta. 

Partai Nasdem tak ambil pusing soal desakan Relawan Jokowi. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan permintaan tersebut merupakan hal yang remeh dan cenderung memantik polarisasi. Alih-alih berniat mundur dia malah menyebut permintaan tersebut sebagai upaya pecah belah. 

 "Jangan terpancing dengan yang remeh temeh, yang adu domba. Memang enak untuk ditonton, tapi dampaknya sangat destruktif terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan kita," kata Johnny di Kompleks Istana Merdeka, Selasa (11/10).

Lebih jauh Jhony berpendapat pemilihan calon presiden atau capres oleh partai politik adalah hal yang lumrah. Kenyataannya, belum ada capres definitif sampai saat ini juga mengacu pada perundang-undangan. Karena itu dia menilai perkataan yang dilontarkan Relawan Jokowi dapat berdampak pada polarisasi kehidupan sosial masyarakat. 

"Hindari diksi seperti itu, berdewasalah dalam berpolitik," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman