Hadir di Istana, Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Jokowi

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri) berbincang dengan Ulama Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (tengah) dan Ulama Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah (kanan) saat kunjungan kerja di Kanzus Sholawat, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (19/5/2023).
9/6/2023, 18.31 WIB

Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menggelar pertemuan empat mata sore ini. Prabowo tampak tiba di pintu samping Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.00 WIB.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahniel Azhar Simanjuntak membenarkan pertemuan tersebut. Namun Dahniel belum menjelaskan tujuan pertemuan Prabowo dengan Kepala Negara tersebut.

"Aku belum bisa sampaikan tujuan pertemuannya," kata Dahniel kepada wartawan, Jumat (9/6).

Prabowo tampak mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dijadwalkan pukul 15.30 WIB.

Sebagai informasi, Prabowo telah mendampingi Jokowi saat Kepala Negara melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Akan tetapi, Dahnil tidak mendapatkan informasi mengenai pembicaraan keduanya saat melakukan pertemuan.

Seperti diketahui, Jokowi telah berencana memanggil Prabowo pada pekan ini. Hal tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan terkait proposal perdamaian Ukraina dan Rusia yang dibuat Prabowo. 

Proposal tersebut disampaikan Prabowo dalam Shangri La Dialogue di Singapura pekan lalu. Salah satu usulan yang diajukan Prabowo adalah gencatan senjata dengan menarik mundur pasukan dari kedua negara sejauh 15 kilometer dari titik gencatan senjata.

Setelah itu, wilayah tersebut dijadikan sebagai wilayah demiliterisasi kedua negara. Langkah selanjutnya adalah pembentukan pasukan penjaga perdamaian dan pemantau oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Terakhir, Ukraina dan Rusia menyusun referendum di wilayah sengketa.

“Yang pertama harus dilakukan adalah meminta pihak Ukraina dan Rusia untuk menerapkan gencatan senjata,"kata Prabowo dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Senin (5/6).



Reporter: Andi M. Arief