Kampanye Anies di Tanah Merah: Berikan IMB Bila Jadi Presiden

ANTARA FOTO/Arnas Padda/nz
Calon Presiden (capres) nomor urut satu Anies Rasyid Baswedan (kiri) berswafoto dengan peserta saat menghadiri diskusi interaktif Capres 2024 di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/11/2023).
Penulis: Amelia Yesidora
Editor: Yuliawati
28/11/2023, 12.58 WIB

Calon presiden Anies Baswedan hari ini memulai kampanye perdananya di Tanah Merah, Jakarta Utara. Anies memilih Tanah Merah karena memiliki kedekatan dengan kawasan itu saat pencalonan Gubernur DKI Jakarta.

Anies memanfaatkan kampanye pertamanya di kawasan itu sembari menyampaikan janji akan menyelesaikan masalah lahan Tanah Merah.

Anies sekaligus berjanji akan memperpanjang IMB di kawasan itu bila terpilih sebagai presiden. “Karena keputusan ada di tingkat nasional, bukan di tingkat daerah. Kalau di tingkat daerah, saya bisa lakukan dengan terbitkan IMB,” ujar Anies di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).

Kepemilikan lahan di Tanah Merah sempat bermasalah setelah kebakaran depo Pertamina, Jumat (3/2). Anies menyelesaikan masalah ini dengan memberi IMB sementara yang berlaku hingga 2024.

Oleh sebab itu, ia juga meminta siapapun yang memimpin Jakarta untuk tetap melanjutkan IMB ini. Karena menurutnya, IMB ini yang memberi akses listrik dan air bagi rakyat.

“Saksikan saja siapa yang tega menelantarkan rakyat sendiri. Biar rakyat menilai sampai mana kebijaksanaan di dalam memimpin kota ini,” kata Anies.

Di tingkat nasional, Anies menilai jalan keluar masalah ini cukup sederhana. Pemerintah harus mengambil keputusan pencatatan aset.

“Karena aset yang sekarang tercatat sebagai milik BUMN itu dulunya adalah milik perusahaan Belanda,” kata Anies.

Ia menjelaskan, perusahaan Belanda tidak membeli aset tersebut dari warga Jakarta. Perusahaan hanya membagi aset sesuka mereka.

Meski demikian, pendekatan ini tidak akan ia lakukan pada masalah serupa di daerah lain. Pemberian IMB ini dilakukan karena ada sejarah yang panjang dan warga sudah lama tinggal di sana.

“Beda-beda. Jangan satu solusi untuk semua masalah. Itu salah satu pendekatan kami,” kata Anies.

Kedekatan Anies dan Tanah Merah bermula pada 2016. Kala itu, warga Tanah Merah datang ke rumahnya dengan menyewa metromini. Mereka punya satu aspirasi, meminta Anies menjadi gubernur DKI Jakarta.

Permintaan itu tidak langsung disanggupi oleh Anies. Ia menjawab, partai politik yang bisa mengajukan gubernur. Tepat pada Pilkada DKI 2017, ia maju independen dan berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Saat Depo Pertamina Plumpang terbakar hingga terkena rumah warga, Anies memberi izin mendirikan bangunan.

Kendati sudah diberi IMB oleh Anies, Lurah Rawa Badak Selatan Suhaena menyampaikan bahwa warga hanya memiliki IMB kawasan. IMB ini hanya mengakui bangunan, bukan kepemilikan lahan di wilayah itu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Amelia Yesidora