Gerindra Anggap Rencana Pemakzulan Jokowi Terlalu Mengada-ngada

Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat tiba untuk mengikuti Rapimnas Partai Gerindra di The Darmawangsa, Jakarta, Senin (23/10/2023).
Penulis: Ira Guslina Sufa
15/1/2024, 17.58 WIB

Ketua Harian Dewan Pimpinan Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menganggap alasan di balik wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo tidak tepat. mengada-ngada. Wakil ketua DPR RI itu mengatakan, kinerja Jokowi selama menjadi presiden telah mendapat banyak capaian. 

"Kalau saya ditanya sebagai pimpinan teras partai koalisi pemerintah, partai Gerindra, ya tentunya dengan keberhasilan presiden Jokowi yang sudah banyak dan sudah terbukti, alasan untuk memakzulkan saya pikir terlalu mengada-ada," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1).

Di sisi lain, sebagai pimpinan DPR Dasco mengatakan segala aspirasi boleh saja disampaikan namun harus melalui mekanisme yang benar. "Sebagai pimpinan DPR, tadi sudah saya jawab baik yang mengusulkan maupun menolak itu aspirasinya boleh saja tapi ada mekanisme," kata Dasco lagi. 

Adapun, wacana pemakzulan Jokowi berkembang usai pertemuan tokoh-tokoh yang tergabung di Petisi 100 dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, pada Selasa (9/1) pekan lalu. Sejumlah tokoh yang ikut dalam kelompok itu yakni Faizal Assegaf, Marwan Batubara, hingga Letjen Purn Suharto. 

Usai pertemuan itu, Mahfud mengatakan sejumlah tokoh tersebut ingin para tokoh Pemilu 2024 berjalan tanpa presiden. "Jadi saya bilang, apakah Pak Mahfud setuju, saya tidak bilang setuju atau tidak setuju, silakan saja, tapi bawa ke DPR, jangan minta pemakzulan ke Menko. Kok minta pemakzulan ke Menko Polhukam? Enggak bisa," kata Mahfud usai pertemuan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.


Reporter: Ade Rosman