Prabowo Janji Kerek Gaji Pejabat Demi Cegah Korupsi: Ini Realistis

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wpa.
Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) berbincang dengan Dewan Penasehat TKN Prabowo-Gibran, Irma Hutabarat (kanan) saat menghadiri Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
17/1/2024, 22.36 WIB

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengungkapkan pemikirannya dalam upaya menghadapi permasalahan korupsi. Ia mengatakan korupsi bisa diberantas dengan cara meningkatkan kesejahteraan pejabat negara.

Hal itu diungkapkan Prabowo dalam acara Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Berintegritas (Paku Integritas) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/1) malam.

Prabowo mengatakan, kualitas hidup para pemangku kebijakan perlu ditingkatkan. Ia juga mengatakan para pemegang jabatan di lembaga pemerintah dengan anggaran besar perlu diperbaiki penghasilannya. 

"Terutama yang memegang anggaran besar, kualitas hidupnya ini harus dijamin dan diperbaiki," kata Prabowo dalam pemaparannya.

Menteri Pertahanan itu mencontohkan hakim-hakim di negara-negara maju yang menurutnya telah mendapat hak yang layak. Prabowo mengatakan hal tersebut mencontoh Amerika Serikat dan Inggris.

"Hakim Agung itu dijamin jabatannya seumur hidup. Dia hanya bisa berhenti apabila dia sakit, dia minta berhenti, atau meninggal." katanya.

Menurut Prabowo, peluang korupsi akan hilang jika gaji pejabat negara tinggi. "Ini yang saya anggap sebagai pendekatan sistemik dan pendekatan realistis," katanya.

Menurutnya, saat ini banyak pegawai BUMN yang gajinya jauh lebih besar dari Panglima TNI, Dirjen, hingga Menteri yang tanggung jawabnya memegang anggaran negara hingga triliunan rupiah.

"Ini saya kira harus mendekatinya secara realistis. Ini keyakinan saya. Jadi, kita perbaiki kualitas hidup," ujarnya.

Prabowo mengatakan kenaikan gaji tersebut bisa direalisasikan dan telah dihitung oleh timnya. "Indonesia negara kaya bukan negara miskin. Kita mampu, kita tingkatkan kualitas hidupnya," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman