Kubu Prabowo Sebut Elektabilitas 02 Naik karena Bansos Terus Dibahas

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Idrus Marham bersiap untuk menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap proyel PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
29/2/2024, 20.05 WIB

Kubu Prabowo Subianto berterima kasih kepada pihak-pihak yang selalu menyinggung soal bantuan sosial. Menurut mereka, elektabilitas Prabowo-Gibran Rakabuming Raka meningkat karena lawan mereka terus membahas soal bansos.

Sekretaris Tim Kajian Strategis TKN Prabowo-Gibran, Idrus Marham, menyatakan pembagian bantuan sosial yang kerap diafiliasikan dengan kecurangan kubunya adalah salah satu taktik politik.

“Saya mantan Menteri Sosial, jadi tahu bagaimana beras itu dibahas habis-habisan. Saya bilang enggak usah ikut bahas, biarkan saja orang lain bahas,” katanya di Markas Tim Kajian Strategis TPN, Jakarta, Kamis (29/2).

Idrus menjelaskan, semakin banyak pihak yang memperbincangkan masalah bansos beras, maka tingkat kepercayaan masyarakat alias approval rate kepada Presiden Jokowi semakin naik. Ini yang kemudian menjadi insentif politik bagi Prabowo-Gibran.

Politisi Golkar ini juga tidak merasa bersalah, karena mereka tidak pernah membahas terkait bansos atau menyangkal dugaan kecurangan karena pembagian bansos ini. Idrus justru berterima kasih kepada tim pemenangan paslon lain.

"Secara tidak langsung mengumumkan kepada masyarakat. Dengan mengumumkan masyarkaat, maka implikasinya meningkatkan elektabilitas Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Idrus juga mengatakan kubunya bekerjasama dengan berbagai lembaga survei saat Pemilu 2024. Ini adalah salah satu strategi pemenangan mereka. 

Survei tersebut digunakan untuk mengelompokkan pemilih dari segi usia dan tempat. Idrus mengatakan kelompok usia yang paling menonjol adalah orang muda.

“Untuk saudara ketahui, kami kerja sama dengan lembaga srvei, hampir tiap dua minggu ada hasil,” kata Idrus di Markas Tim Kajian Strategis TPN, Jakarta, Kamis (29/2). 

Idrus menjelaskan ada lima hingga enam lembaga survei yang bekerja sama dengan TKN. Data yang dikumpulkan pun tidak dalam skala nasional, namun skala provinsi bahkan kabupaten. 

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo sempat menyinggung kemungkinan dijadikannya pemberian bansos sebagai alat politik, terlebih dalam situasi menjelang Pemilu 2024.

"Biasanya dalam suasana politik, tahun politik seperti ini, saling klaim itu menjadi paling kuat," kata Ganjar pada 30 Desember 2023.

Sedangkan calon presiden  nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung soal bansos dalam pembukaan debat capres. Ia menyatakan akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

“Jika dibutuhkan akan diberikan bansos sesuai kebutuhan, bansos plus. Bukan untuk kepentingan yang memberi, tetapi yang diberi,” kata Anies saat pembukaan debat capres, Minggu (4/2).

Menjelang akhir tahun 2023, Jokowi juga melakukan penebalan bansos tambahan beras dengan anggaran Rp2,67 triliun untuk 21,3 juta penerima manfaat. Kemudian BLT El Nino untuk merespons dampak kemarau panjang akibat El Nino dengan anggaran Rp7,52 triliun untuk 18,8 juta penerima manfaat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Amelia Yesidora