Megawati Singgung Bahlil Lahadalia, Soroti Penangguhan Gelar Doktor
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung penangguhan gelar doktor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya di acara HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1). Ia menyinggung hal tersebut saat berbicara soal tradisi intelektual.
Mulanya, Megawati mengatakan maraknya orang yang berpura-pura mengerti padahal tak memahami. Meski tak secara langsung menyebut nama Bahlil, Megawati menyinggung penangguhan pemberian gelar pada Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
"Pura-pura mengerti, tapi enggak mengerti. Banyak orang kayak begitu sekarang. Aku saja suka jadi tergagap-gagap, iki pintar opo ora iki (ini orang pintar atau tidak). Doktornya opo, iku sopo (itu siapa) yang doktornya tidak jadi, itu sopo yo (siapa ya)?" kata Megawati sembari bertanya pada para kader yang hadir.
Senada, para kader pun menjawab nama Bahlil Lahadalia. "Aku lupa," kata Megawati mendengar jawaban para kader.
Sebelumnya, Universitas Indonesia memutuskan untuk menangguhkan kelulusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dari Program Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI.
Hal ini merupakan hasil dari rapat koordinasi empat organ di UI pada Selasa (11/11). Dewan Guru Besar UI juga akan melakukan sidang etik terhadap potensi pelanggaran dalam bimbingan mahasiswa Program Doktor di SKSG.
"Kelulusan BL, mahasiswa Program Doktor (S3) SKSG ditangguhkan, mengikuti Peraturan Rektor Nomor 26," demikian keterangan tertulis UI pada Rabu (13/11).
UI juga telah melakukan audit investigatif terhadap penyelenggaraan Program Doktor di SKSG. Audit meliputi penerimaan mahasiswa, pembimbingan, publikasi, syarat kelulusan, dan pelaksanaan ujian.
Dari hasil investigasi, UI memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan mahasiswa baru di Program Doktor S3 SKSG hingga audit lebih komprehensif selesai dilaksanakan.
"Langkah ini dilakukan dengan penuh komitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan di lingkungan UI berjalan sesuai aturan yang berlaku." demikian keterangan tertulis UI.
UI lalu meminta maaf kepada masyarakat atas permasalahan gelar Bahlil. Mereka mengakui masalah ini lahir karena kekurangan internal kampus top itu sendiri.