Prabowo Janji Cegah Spekulan Nakal Agar Bahan Pokok Terjaga saat Ramadan

prabowo, ramadan, bahan pokok
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberi hormat didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kedua kiri) usai memberikan keterangan pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusama, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
28/2/2025, 18.21 WIB

Presiden Prabowo Subianto berjanji aktif memantau dan mengendalikan harga pangan menjelang Ramadan untuk mencegah lonjakan harga yang disebabkan oleh spekulan.

Ia telah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan mencegah kenaikan adanya dan lonjakan harga yang spekulatif," kata Prabowo saat memberikan keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud)  TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Jumat (28/2).

Prabowo mengatakan, pemerintah juga sudah mengambil langkah strategis untuk mengatasi potensi permainan harga oleh spekulan. Dia menegaskan langkah itu bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

 “Tidak hanya pemantauan, tapi mengambil langkah eksekutif, langkah efektif untuk menjamin tak ada spekulan yang manfaatkan kesempatan Ramadan ini untuk menaikkan harga yang tidak masuk akal,” ujarnya.  

Prabowo juga menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah menjelang bulan Ramadan. Dia mengatakan Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal puasa bagi umat Islam di Indonesia sore ini.

“Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi semua umat islam yang menjalankannya. Juga mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala,” kata Prabowo.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu