Top News: Prabowo Janji Hidupkan Kembali Sritex dan Taipan Kumpul Bahas IHSG

Katadata
Top News: Taipan Kumpul Bahas IHSG dan IHSG Menguat, Saham Diborong
4/3/2025, 10.32 WIB

Berikut ringkasan berita terbaik kemarin yang menjadi fokus perhatian pembaca. Isu seputar pasar modal mendominasi, dengan pergerakan IHSG di awal Maret dan aksi borong saham-saham blue-chip seperti BBRI, BBCA, BMRI, hingga UNVR senilai Rp3 triliun menjadi sorotan utama. Selain itu, JP Morgan merevisi peringkat bank-bank besar di Indonesia, yang memicu gelombang serbuan investor terhadap saham BBRI, BMRI, dan BBCA.

Di bidang ekonomi dan industri, terdapat harapan baru bagi PT Sritex setelah Prabowo Subianto menjanjikan revitalisasi perusahaan tekstil tersebut. Rencananya, Sritex akan kembali mempekerjakan 10 ribu karyawan dalam waktu dua pekan. Kabar menggembirakan juga datang dari United Tractors (UNTR) yang memberikan sinyal dividen jumbo, berpotensi mencapai Rp7,8 triliun.

Lebih lanjut, perhatian tertuju pada pertemuan para taipan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas nasib IHSG. Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Boy Thohir hingga bos Sinar Mas turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengindikasikan keseriusan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia.

IHSG Awal Maret Menguat, Saham BBRI, BBCA, BMRI hingga UNVR Diborong Rp3 Triliun


IHSG dibuka menguat pada Senin, 3 Maret, setelah mengalami penurunan berturut-turut, dengan kenaikan 2,19% ke level 6.436 pada pukul 10.00 WIB. Saham-saham perbankan raksasa menjadi incaran utama investor, dipimpin oleh BBRI dengan nilai pembelian mencapai Rp 1,02 triliun, diikuti oleh BMRI dan BBCA. Selain saham perbankan, UNVR juga menarik perhatian setelah mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun.

Selain saham-saham perbankan, saham-saham kapitalisasi besar seperti TLKM, INKP, MDKA, dan WIFI turut diburu investor, termasuk PTRO milik Prajogo Pangestu. Beberapa saham mencatat kenaikan signifikan, seperti RATU dan TORU, yang menunjukkan dinamika pasar yang menarik. Penasaran dengan faktor-faktor yang mendorong penguatan IHSG dan prospek saham-saham tersebut ke depannya? Mari kita telusuri lebih dalam!. Klik berita ini untuk membaca kelanjutannya.

JP Morgan Revisi Peringkat Bank Kakap RI, Saham BBRI, BMRI hingga BBCA Diserbu


JP Morgan merevisi peringkat sejumlah bank besar di Indonesia seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA, setelah melihat penurunan signifikan pada saham bank BUMN sebesar 17% sejak awal tahun, lebih dalam dari penurunan IHSG. Analis JP Morgan melihat kondisi ini sebagai peluang pemulihan teknikal dan menilai harga saham saat ini sudah di bawah target, membuat mereka sulit untuk terus bersikap pesimistis terhadap sektor perbankan.


JP Morgan menaikkan rekomendasi BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 4.200 dan BMRI menjadi netral dengan target harga Rp 5.100, sementara BCA tetap netral. Kenaikan harga saham bank-bank tersebut terlihat pada perdagangan hari ini, dengan BBRI memimpin kenaikan sebesar 8,33%, diikuti BMRI, BBNI, dan BBCA. Tertarik untuk tahu lebih dalam mengenai alasan JP Morgan melakukan revisi ini dan bagaimana dampaknya bagi investor?. Baca berita selanjutnya

Prabowo Janji Hidupkan Sritex, Bakal Pekerjakan 10 Ribu Karyawan dalam 2 Pekan


Presiden Prabowo Subianto berencana menghidupkan kembali Sritex Group yang baru saja ditutup, dengan target mempekerjakan kembali lebih dari 10 ribu karyawan dalam dua pekan ke depan. Pemerintah akan merekrut para eks buruh dari empat anak usaha Sritex yang terdampak PHK, yaitu PT Sritex Sukoharjo, PT Sritex Primayuda Boyolali, PT Sinar Panja Jaya Semarang, dan PT Bitratex Semarang.


Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah berharap sekitar 8 ribu karyawan PT Sritex dapat kembali bekerja dengan skema baru, dengan fokus di industri tekstil. Rapat terbatas di Istana Merdeka dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMN, Tim Kurator PT Sritex, dan Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group. Lalu, bagaimana skema baru yang dimaksud oleh pemerintah tersebut?. Simak berita selengkapnya

Sinyal Dividen Jumbo United Tractors (UNTR), Berpotensi Tembus Rp 7,8 Triliun


PT United Tractors Tbk (UNTR) berpotensi membagikan dividen sebesar Rp 7,81 triliun kepada pemegang saham, dengan asumsi rasio dividen tetap 40% dari laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 19,5 triliun di tahun 2024. Meskipun laba UNTR mengalami penurunan 5,24% dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan berkomitmen untuk tetap membagikan dividen interim dan final dengan dividend payout ratio (DPR) sekitar 40%. Sebelumnya, UNTR telah membagikan dividen interim sebesar Rp 2,42 triliun atau Rp 667 per saham.

Konsistensi UNTR dalam memberikan dividen dengan rasio 40-45% selama lima tahun terakhir menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. Dividen yang dibagikan bervariasi, seperti pada 2019 sebesar Rp 1.213 per saham dan pada 2020 sebesar Rp 644 per saham. Namun, bagaimana sebenarnya kinerja UNTR di semester pertama tahun 2024 yang mempengaruhi keputusan dividen ini?. Klik link berita berikut untuk membaca kelanjutannya

Deretan Taipan Kumpul Bahas Nasib IHSG di BEI, Boy Thohir hingga Bos Sinar Mas


Konglomerat dan pengusaha terkemuka Indonesia, termasuk Franky Oesman Widjaja, Jahja Setiaatmadja, Boy Thohir, dan Anindya Bakrie, menghadiri diskusi dengan BEI dan OJK untuk membahas anjloknya IHSG. Pertemuan ini bertujuan mencari solusi atas penurunan IHSG yang dipicu oleh dinamika pasar global, kondisi domestik, dan faktor korporasi. BEI dan OJK berkomitmen untuk terus berdialog dengan pelaku pasar demi merumuskan kebijakan yang efektif.


Penurunan IHSG disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global, termasuk kebijakan AS di bawah Donald Trump, penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley, dan laporan keuangan emiten yang terdampak perlambatan ekonomi domestik. Meskipun investor domestik memegang peranan penting, tekanan pasar telah mendorong investor ritel untuk keluar. BEI dan OJK berupaya mencari langkah-langkah strategis untuk menstabilkan dan memulihkan kepercayaan investor.


Dengan berbagai faktor yang memengaruhi IHSG, apa saja langkah konkret yang akan diambil para konglomerat dan pemerintah untuk memulihkan stabilitas pasar modal Indonesia?. Lanjut berita berikut

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Aryo Widhy Wicaksono