Trump Sepakati Tarif Impor Baru untuk RI, Potensi Lebih Rendah dari Vietnam
Perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Hal itu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan soal tarif impor dengan pemerintah Indonesia.
Menurut Trump, kesepakatan itu dibuat setelah berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. “Great deal, untuk semua orang, baru saja dicapai dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati,” ujar Trump lewat akun media sosial Truth miliknya seperti dikutip Selasa (15/7).
Trump memang belum merincikan bagaimana detail kesepakatan yang telah dibuat. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, kesepakatan itu menguntungkan bagi Indonesia terutama di pasar Asia Tenggara.
Prabowo disebut akan memanfaatkan momen ini untuk mengusulkan tarif yang lebih rendah dari yang telah diberlakukan Amerika Serikat untuk barang impor dari Vietnam yaitu 20%. “Bisa direntang 15-20%,” ujar sumber tersebut seperti dikutip Rabu (16/7).
Saat ini Vietnam menjadi negara di Kawasan Asia Tenggara yang dikenai tarif impor lebih rendah dibanding Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Thailand. Sebagai balasannya, Vietnam memberlakukan tarif impor hingga 0% untuk beberapa barang yang diimpor dari Amerika Serikat. Hanya ada satu negara di ASEAN yang dikenai tarif lebih rendah dari Vietnam yaitu Singapura dengan tarif 10%.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memutuskan Indonesia akan dikenai tarif impor 32% berlaku mulai 1 Agustus mendatang. Namun, keputusan tersebut ditunda seiring dengan proses negosiasi antar kedua negara yang masih berlangsung. Prabowo bahkan juga direncanakan akan bertemu langsung dengan Trump.
Ihwal rencana pertemuan kedua pimpinan negara ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kemungkinan Presiden Prabowo akan bertemu langsung dengan Donald Trump untuk menegosiasikan tarif impor resiprokal 32%. Pertemuan akan digelar di sela lawatan ke luar negeri yang tengah berlangsung.
"Ada (kemungkinan pertemuan dengan Trump), tapi saya belum bisa memastikan kapan," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/7).
Saat itu pertemuan antara Prabowo dan Trump belum dijadwalkan karena Prabowo masih dalam rangkaian kunjungan luar negeri ke Arab Saudi, Brasil, Belgia, dan Prancis selama dua pekan.
Sementara tim negosiator Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tengah berada di Washington DC untuk melobi Pemerintah AS agar mempertimbangkan ulang kebijakan tarif tersebut.