Istana Cari Jalan Buat Prajurit Rusia Satria Kumbara Kembali Jadi WNI
Istana Kepresidenan tengah mencari jalan keluar terbaik ihwal status kewarganegaraan eks personel marinir Satria Arta Kumbara yang ingin pulang ke Tanah Air seusai menjadi prajurit Rusia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Istana kini telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna menentukan langkah yang sesuai prosedur hukum nantinya. “Sedang kami cari jalan keluar yang terbaik,” kata Prasetyo di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (25/7).
Kemenlu sebelumnya telah merespons kabar Satria Arta Kumbara yang ingin pulang usai menjadi prajurit Rusia. Kemenlu memantau serta berkomunikasi dengan Satria yang pernah menjadi anggota Marinir TNI Angkatan Laut itu.
"Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow tetap memantau keberadaan yang bersangkutan," kata Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat di Jakarta, Senin (22/7) dikutip dari Antara.
Satria Jadi Tentara Bayaran Terlilit Utang Pinjol dan Bank
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI Endi Supardi menyebut eks anggota marinir Satria Arta Kumbara menjadi tentara bayaran Rusia karena terlilit utang.
"Dia ada pinjam di pinjol, pinjaman di bank ya. Berkaitan dengan bank di BRI dan BNI dengan nilai Rp750 juta," kata Endi saat ditemui di kawasan Kesatriaan Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis.
Endi menduga Satria meminjam uang sebesar itu untuk menutupi gaya hidupnya yang terbilang hedonisme.
Karena kesulitan membayar utang, Endi akhirnya mencoba peruntungan dengan bermain judi online (judol). Niat hati uang hasil judol dipakai untuk membayar utang, Endi mengatakan Satria justru semakin merugi.
"Ternyata judi online ini kan tidak membantu, bahkan akan lebih terjerumus ke dalamnya," kata Endi.
Endi melanjutkan, desakan itu membuat Satria ingin mencari uang dengan cara lain yakni dengan bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.
Endi mengatakan Satria sudah tidak terlihat bertugas sejak 2022 dan akhirnya dipecat oleh TNI 2023. Beberapa tahun kemudian, Endi baru mengetahui bahwa Satria sudah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dan kini sedang berperang.
Di tempat yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya tidak ingin ikut campur tentang status kewarganegaraan Satria.
Pihaknya menyerahkan hal tersebut ke Kementerian Hukum dan Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, beredar video Satria Kumbara yang ingin kembali menjadi warga WNI. Ia meminta kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk menerimanya kembali sebagai WNI.
Dia juga mengaku tidak tahu bahwa penandatanganan kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan status kewarganegaraannya dicabut.