Pemakaman Affan Driver Ojol Korban Terlindas Rantis Brimob Imbas Demo Tertunda
Pengemudi ojek daring yang dilindas mobil rantis milik kepolisian, Affan Kurniawan (21), dijadwalkan dimakamkan sekitar 09.00 WIB, Jumat (29/8). Namun jenazah almarhum dikabarkan belum beranjak dari rumah duka hingga pukul 09.23 WIB setelah dikunjungi beberapa tokoh, seperti Gubernur Jakarta Pramono Anung, eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan, hingga aktor Denny Sumargo.
Affan meninggal setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil rantis kepolisian dalam kericuhan usai demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (28/8) malam. Affan yang baru menyentuh umur 21 tahun pada bulan lalu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo selang beberapa jam setelah insiden tersebut.
Affan tercatat menjadi mitra dua perusahaan aplikasi ojol, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Grab Indonesia. Kedua perusahaan tersebut telah menyampaikan pernyataan resmi agar pemangku kepentingan menjaga suasana tetap kondusif.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy mengatakan Grab telah mengkonfirmasi bahwa pengemudi ojol atas nama Affan Kurniawan telah meninggal dunia akibat dilindas mobil rantis. Selain itu, manajemen juga menyampaikan mitra Grab, Moh Umar Amarudin, sedang dirawat.
“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para rekan pengemudi serta keluarga yang terdampak,” kata Tirta dalam keterangan resmi dikutip Jumat (29/8).
Sementara itu, Direktur Public Affairs & Communications GoTo Gojek Tokopedia, Ade Mulya, mengatakan Affan merupakan mitra perusahaanya. Menurutnya, perusahaan telah memberikan bantuan berupa fasilitas ambulans, dan mendukung proses autopsi dan visum. Selain itu perusahaan juga memberikan santunan bagi keluarga korban.
Ade Mulya menegaskan bahwa GoTo Gojek Tokopedia berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga korban dan memberikan dukungan terbaik yang dapat dilakukan. Perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait penanganan insiden tersebut.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif dan aman bagi semua,” ujar Ade.
Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik mengungkap, terdapat tujuh pelaku di dalam mobil rantis Brimob yang melindas seorang driver ojek online atau ojol hingga meninggal dunia. Ketujuh pelaku tersebut saat sudah diamankan dan tengah dilakukan pemeriksaan.
"Sudah diamankan semua jadi kendaraan dan pelaku 7 orang dalam rangka proses pemeriksaan malam ini," ujar Kepala Divisi Propam Polri Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM ada Kamis (28/8) malam.
Adapun ketujuh pelaku tersebut, yakni Kompol C, Aibda M, Bripta R, Briptu D, Bribda M, Baraka Y, dan Baraka G. Menurut Karim, ketujuh pelaku saat ini tengah diperiksa di Mako Brimob Kwitang. Mobil Taktis yang menjadi barang bukti insiden tersebut juga diamankan di lokasi yang sama.
Karim pun menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi dan institusi terkait insiden ini. Ia memastikan insiden ini menjadi perharian pimpinan dan organisasi, serta akan diproses secara adil dan transparan.
"Penanganan akan setransparan-transparannya dengan melibatkan pihak eksternal secara profesional dan kami akan menginformasikan secara terus-menerus terkait dengan penanganan masalah ini," ujar dia.