Prabowo Singgung Kerusuhan Agustus: Ini Bukan Aktivis, Mereka Mau Adu Domba

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera di Jakarta, Senin (29/9). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden
29/9/2025, 16.46 WIB

Presiden Prabowo Subianto kembali mengomentari demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus lalu. Prabowo meminta perjuangan melawan korupsi tak dilakukan dengan kerusuhan.

Prabowo bahkan menyebut mereka yang membuat kerusuhan merupakan provokator dan bukan aktivis. Menurut Prabowo, pihak-pihak tersebut bukanlah pejuang demokrasi dan keadilan.

"Ini bukan aktivis, bukan pejuang demokrasi, bukan pejuang keadilan. Mereka hatinya jahat, they're evil (mereka jahat), mereka zalim, mereka ingin buat kekacauan, mereka ingin mengadu domba," kata Prabowo dalam Musyawarah Nasional ke-VI Partai Keadilan Sejahtera di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9) seperti disiarkan dalam Youtube PKS.

Prabowo lalu meminta kader-kader PKS yang menghadiri acara agar menyampaikan kepada anak-anak mereka hingga rakyat agar tak mau diadu domba. Dia juga meminta demonstrasi tak dilakukan dengan membakar fasilitas umum.

"Katanya memperjuangkan demokrasi, tetapi lembaga demokrasi gedung DPR (DPRD) dibakar," kata Prabowo.

Prabowo lalu berjanji menyelenggarakan pemerintahan secara bersih. Dia lalu mengklaim telah menyelamatkan Rp 300 triliun dengan pemerintahan yang lebih bersih.

"Makanya kami kerja keras, kita kerja keras," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan dirinya akan menyelidiki pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab. Prabowo juga mengatakan dirinya siap menghadapi permasalahan tersebut atas demonstrasi yang berujung kericuhan pada akhir Agustus.

"Demi Allah, saya tidak akan mundur setapak pun, saya yakin rakyat bersama saya," kata Prabowo usai menjenguk polisi yang dirawat di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (1/9) seperti disiarkan dari Youtube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan polisi sudah mengambil langkah kepada anggota yang salah dalam menjalankan tugas. Meski demikian, ia menyoroti adanya kelompok yang membakar gedung pemerintahan, contohnya gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Gedung DPRD dibakar, ini tindakan-tindakan makar. Ini bukan penyampaian aspirasi," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu