Pramono Mulai Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta, Dihadiri Sutiyoso

Antara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Jakarta 1997-2007 Sutiyoso saat memulai pembongkaran tiang Monorel Jakarta, Rabu (14/1). Fto: Antara
14/1/2026, 12.40 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1). Pemotongan tiang ini disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Terdapat 109 tiang monorel yang akan dipangkas. Beberapa tiang telah dipasangi garis polisi sebagai pembatas area kerja.

Pramono mengatakan, pembongkaran tiang monorel itu menghabiskan anggaran Rp254 juta. Selain pembongkaran tiang monorel, akan dibangun taman, ruas jalan, hingga pedestrian di kawasan Rasuna Said dan memakan biaya Rp102 miliar.

Pramono mengatakan, sebelum membongkar tiang-tiang ini, ia sempat menemui kejaksaan hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya untuk memastikan rencana pembongkaran aman dilakukan dan tak menjadi masalah di kemudian hari.

"Prosesnya panjang, secara khusus saya berterima kasih kepada Kajati (Kejaksaan Tinggi) DKI Jakarta dan KPK yang memberikan dukungan sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini," kata Pramono di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1) dikutip dari Antara.

Pramono juga mengatakan, proses pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. Pemprov juga tidak akan melakukan penutupan jalan selama proses pembongkaran itu berlangsung.

“Saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet," katanya.

Sedangkan Sutiyoso mengatakan dirinya lega melihat tiang monorel itu dibongkar. Dia juga berterima kasih kepada Pramono yang menyelesaikan persoalan tersebut.

"Mudah-mudahan kalau lewat sini, enggak sakit mata lagi. Saya selama ini terpikir, sedih. Aku yang mulai, jadinya kayak begini (mangkrak)," katanya.

Gubernur DKI periode 1997-2007 itu menjelaskan niat awalnya membangun Monorel. Pada 2003, Sutiyoso berniat membangun moda transportasi baru untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta.

Setelah itu, ia berkonsultasi dengan pakar serta melakukan survei ke beberapa negara. Pada 2004, proyek tersebut akhirnya dicanangkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menurut Sutiyoso, saat itu proyek ini sudah mendapatkan investor dari Cina. Namun akhirnya Monorel urung dibangun usai dirinya tak lagi menjabat pada 2007.

"Akibatnya, saya tidak tahu, terus mangkrak jadi besi tua seperti ini," kata tokoh yang akrab dipanggil Bang Yos itu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.