Dokter mengingatkan dampak negatif penggunaan gas tertawa Whip Pink terhadap kesehatan. Mereka mengatakan, penyalahgunaan gas nitrous oxide berisiko merusak saraf.
Dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi., Sp.N., M.Si.Med mengatakan, efek jangka pendek penyalahgunaan gas tersebut bisa menonaktifkan vitamin B12 dalam tubuh.
Sholihul mengatakan, tanpa B12 yang aktif, Mielin atau lapisan saraf akan rusak. Tak hanya itu, gas ini bisa mengacaukan neurotansmiter atau zat yang berperan sebagai mekanisme komunikasi sel saraf.
"Serta menimbulkan hipoxia (kekurangan oksigen)," kata Sholihul dikutip dari Antara, Kamis (29/1).
Dia juga mengatakan, menghirup gas tertawa berisiko ketergantungan atau adiksi. Ini karena Nitrous Dioxide memicu lepasnya dopamin yang memberikan sensasi kepuasan.
"Meskipun efeknya hanya bertahan 1-2 menit, hal ini yang memicu penggunaan berulang kali dalam satu sesi," kata Sholihul.
Sholihul juga mengatakan, penyalahgunaan gas tertawa secara jangka panjang juga bisa merusak sumsum tulang belakang. "Fenomena ini disebut Subacute Combined Degeneration (SCD)," katanya.
Dia juga mengatakan, penggunaan nitrous oxide harus dicampurkan oksigen agar bisa dipakai untuk keperluan medis. Penggunaannya juga harus dilakukan profesional.
"Penggunaan zat yang bertujuan mendapatkan efek rekreasional psikotropika tanpa pengawasan tenaga profesional sangat berbahaya," katanya.
Sedangkan, mantan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada tiga dampak buruk gas tertawa bagi kesehatan.
Yoga mengatakan, dampak pertama adalah gangguan sistem saraf akibat kurangnya vitamin B12. "Gejala yang timbul dapat berupa parastesia, ataxia, gangguan buang air besar, dan buang air kecil," katanya dalam keterangan tertulis.
Dampak kedua adalah gangguan psikiatri berupa delusi, halusinasi, paranoid, depresi, "Pernah pula dilaporkan (ada laporan) psikosis akut (dampak gas tertawa)," katanya.
Sedangkan dampak ketiga adalah gangguan kesehatan lain seperti di paru-paru hingga darah. Tjandra Yoga mengatakan, gangguan paru-paru akibat gas tertawa di antaranya adalah asfiksia atau kondisi darurat karena tubuh kekurangan oksigen hingga pneumotoraks atau penumpukan udara di antara paru-paru dan dinding dada.
Tjandra Yoga juga mengatakan, gas tertawa juga bisa mengakibatkan tromboemboli yakni gumpalan darah yang menghambat aliran darah di bagian tubuh.