Purbaya Buka Peluang Anggaran Gentengisasi Diambil dari Efisiensi MBG

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj.
Pekerja menyusun genteng tradisional yang sudah dibakar di Sentral Industri Genteng Sokka, Desa Bantarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (15/12/2020).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
3/2/2026, 16.29 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kemungkinan anggaran untuk program ‘gentengisasi’ diambil dari efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain,” kata Purbaya usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Jakarta, Selasa (3/2).

Purbaya mengatakan anggaran yang diperlukan untuk gentengisasi ini tak terlalu besar jumlahnya.

“Cukuplah enggak banyak-banyak banget kalau enggak salah anggarannya. Gentengisasi kan untuk ganti genteng seng dengan genteng batu, batuan itu, bekas minyak segala macam,” kata Purbaya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong gerakan nasional untuk mengganti atap seng dengan genteng. Ia menyebutnya sebagai gentengisasi. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan gerakan itu untuk memperindah wajah Indonesia.

Prabowo juga mengatakan bahwa saat ini penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Prabowo menilai penggunaan genteng ini membuat lingkungan terlihat kurang indah, juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena panas.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman