Indonesia Siapkan 8 Ribu Pasukan TNI untuk Dewan Perdamaian Gaza

Rekrutmen TNI
Rekrutmen TNI AD 2026
10/2/2026, 17.58 WIB

Indonesia akan mengirim kurang lebih 8 ribu pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari pasukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Jalur Gaza. Jumlah total pasukan perdamaian dari seluruh negara yang terlibat dalam misi BoP berkisar 20 ribu personel.

“Ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8 ribu,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, seusai Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2).

Pemerintah saat ini tengah melakukan persiapan awal apabila sewaktu-waktu tercapai kesepakatan internasional untuk pengiriman pasukan. “Kita baru mempersiapkan diri saja. Kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian, tentu itu sebagai sebuah komitmen,” kata Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung perdamaian di Palestina. Ia menyebut Indonesia tetap mendorong pengakuan kemerdekaan Palestina sebagai prinsip utama perdamaian di Jalur Gaza.

“Yang pasti adalah berkenaan dengan masalah BoP beserta dengan seluruh turunan teknisnya ini bagian dari komitmen bangsa kita. Tentu yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ujarnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, sebelumnya mengatakan telah melakukan persiapan pengiriman pasukan TNI untuk misi BoP di Jalur Gaza. Persiapan pasukan merupakan bagian dari rencana strategis yang telah diperintahkan Presiden Prabowo Subianto.

Maruli menyampaikan TNI AD sudah mulai menyiapkan latihan bagi calon personel pasukan perdamaian yang akan dikirimkan untuk misi BoP nantinya. "Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti kan jadi perdamaian. Jadi berarti unit Zeni, Kesehatan, yang seperti-seperti itu kami siapkan," kata Maruli di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (9/2).

Ia menyampaikan jumlah personel yang akan dikirimkan masih belum final. Maruli hanya menjelaskan satu brigade dapat beranggotakan 5 ribu sampai 8 ribu prajurit. "Belum pasti. Belum ada kepastian angka sampai sekarang," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu