JK Terima Dubes Iran, Sebut Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik
Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla atau JK menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Mohammad Boroujerdi. Kalla mengatakan Indonesia siap mendukung upaya perdamaian di Tanah Persia.
JK mengatakan inti pertemuan tersebut adalah pemaparan kondisi terbaru di Iran terkait perlawanan rakyat dan korban sipil akibat perang Iran dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran berharap dukungan dari umat Islam, termasuk dari pemerintah Indonesia.
Kalla menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia siap berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. “Presiden Prabowo siap untuk menjadi penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak," kata JK dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).
Namun, JK menekankan kemungkinan mediasi masih akan dibicarakan lebih lanjut antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat. Alhasil, proses perdamaian akan tergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat dalam perang tersebut.
Iran telah meluncurkan misil ke delapan negara di Timur Tengah selama akhir pekan lalu, Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Secara rinci, negara-negara yang telah diserang misil asal Iran adalah Israel, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Irak, dan Oman.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 markas serta aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah. Serangan ini adalah gelombang keenam dari "Operasi Janji Sejati 4" yang dilakukan sejak Israel-AS menyerang Iran, Sabtu (28/2).
IRGC mengatakan aksi tersebut termasuk serangan pada Pangkalan Udara Tel Nof, markas komando tentara Israel di HaKirya, serta kawasan industri pertahanan di Tel Aviv.
Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Akibat serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran dan beberapa pejabat militer negara tersebut meninggal dunia.