SMF Salurkan Rp 20,88 Triliun Pembiayaan Perumahan pada 2025

Katadata/Intan Nirmala Sari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan pembiayaan perumahan Rp 34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah hingga Desember 2025.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Ahmad Islamy
4/3/2026, 22.58 WIB

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan sepanjang 2025. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang nilai penyalurannya Rp 17,01 triliun. 

Total pendanaan yang diterima perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp 10,6 triliun. Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyampaikan, BUMN di bawah Kementerian Keuangan itu memegang 25 persen porsi untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dengan kombinasi penyertaan modal negara (PMN) dan penerbitan surat utang.

“Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi PMN dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun," kata Ananta di Jakarta, Rabu (4/3).

Dalam mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya pemenuhan Program 3 Juta Rumah, SMF juga memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terfasilitasi layanan pembiayaan formal. Penguatan akses itu terkhusus bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan pekerja sektor informal.

Pada  2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas, berupa kredit mikro perumahan sebanyak 52.142 rumah. Angka ini melebihi target pemerintah 50.000 rumah yang memperoleh akses pembiayaan renovasi hunian.

Pada tahun ini, SMF menargetkan untuk kembali berpartisipasi dalam program Griya Nusantara dan Griya Tunas. 

SMF memegang mandat sebagai fiscal tools dan mendukung program kredit pemilikan rumah (KPR) lewat skema FLPP dari pemerintah yang dieksekusi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sejak 2018, SMF telah menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% atas penyaluran KPR FLPP. 

Penyediaan porsi pendanaan tersebut dipenuhi dari PMN yang selanjutnya dioptimalkan melalui skema blended financing melalui penerbitan surat utang, guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Adapun hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan Rp 34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah. Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi PMN dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun.

“Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ujar Ananta.

Dia menuturkan, ke depan SMF akan terus mengoptimalkan peran strategisnya melalui berbagai inisiatif seperti sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen repo Bank Indonesia guna memperkuat likuiditas pasar. Selain itu pihaknya juga akan mengoptimalisasi peran SMF Research Institute (SRI) dalam mendukung kebijakan sektor perumahan, serta menyediakan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan.

“Pada 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ananta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman