Puan Sebut Perang Iran - AS Tantangan Berat, Desak PBB Ambil Langkah
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani mengatakan eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan telah diabaikannya prinsip kehormatan kedaulatan negara-negara di Timur Tengah. Alhasil, sebagian negara kini justru adu kemampuan dominasi terhadap negara lain.
Puan menilai saat ini sistem keamanan global sudah tidak mampu menjaga keseimbangan kepentingan angar negara. Karena itu, Puan mengatakan hukum internasional menjadi unsur penting dalam tata kelola pemerintahan global.
"Konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan. Peran lembata internasional penting dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan stabilitas dunia," kata Puan dalam pidato pembukaan Rapat Paripurna DPR, Selasa (10/3).
Puan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil peran dalam konflik Iran-AS. Salah satu peran yang dapat diambil PBB adalah menuntut semua pihak dalam konflik tersebut menghormati hukum internasional dan melindungi masyarakat sipil.
Puan menilai salah satu tugas PBB adalah memelihara komitmen dunia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas global. Dia juga meminta pemerintah terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif untuk menjaga kepentingan nasional.
"Pemerintah menjalankan politik luar negeri bebas-aktif secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam merespon dinamika geopolitik yang berkembang," ujarnya.
Perang Iran-AS dimulai saat Israel dan AS menyerang Tanah Persia pada akhir Februari. Serangan tersebut membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sebagian anggota keluarganya menjadi korban jiwa.
Iran lalu membalas serangan tersebut dengan menyerang basis militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 markas serta aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah.