Australia Kirim Pesawat dan Rudal, Bantu UEA Tahan Serangan Iran

Reuters
Perdana Menteri Australia yang baru dilantik Anthony Albanese. Foto: Reuters.
10/3/2026, 16.35 WIB

Pemerintah Australia akan mengirimkan pesawat pengawasan ke Timur Tengah untuk membantu Uni Emirat Arab. Pesawat tersebut bertujuan menjaga ruang udara UEA dari misil asal Iran dan membantu warga Australia pulang.

Dilansir dari Bloomberg, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles berencana mengirimkan pesawat mata-mata E-7A Wedgetail. Kapal yang akan membawa 85 personel tersebut akan terbang selama empat pekan dan menyediakan pengawasan jarak jauh di kawasan udara Teluk Persia.

"Apa yang akan dilakukan pesawat ini sangat mirip dengan peran yang dilakukan saat melindungi kawasan udara Ukraina dari Polandia," kata Marles seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (10/3).

Australia juga berniat memasok UEA dengan misil antar udara jarak medium berteknologi tinggi. Sebab, UEA telah menghadang 1.500 roket dan drone dari Iran sejak akhir bulan lalu.

Marles menekankan pihaknya tidak akan mengirimkan angkatan darat militer Negeri Kangguru ke Iran. Adapun bantuan yang diberikan pada UEA hanya untuk kebutuhan pertahanan.

"Dasar pengiriman militer dan peralatan kami ke UEA adalah pertahanan negara-negara di Teluk Persia karena ada banyak warga Australia di sana, khususnya UEA," ujarnya.

Jumlah warga Australia di Timur Tengah mencapai 115.000 orang. Adapun sekitar 24.000 orang masih menetap di UEA.  

Dilansir dari Aljazeera, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan membantu UEA saat ini sama dengan membantu warga Australia. Albanese mengatakan, jiran Indonesia itu tidak akan menyerang Iran.

"Tantangan besar masih ada dalam membantu mereka yang mau pergi tapi tetap berada di kawasan," ujarnya.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief