Gelombang Panas Berpotensi Landa Indonesia, Suhu Berada di Atas Normal
Suhu di kawasan maritim Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan meningkat pada Maret hingga Mei 2026. Gelombang panas terjadi karena hujan di wilayah maritim Asia Tenggara akan berkurang selama periode tersebut.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mengatakan, kondisi ini terjadi karena wilayah tersebut akan mengalami fase kering Monsun Timur Laut mulai akhir Maret. Angin akan melemah secara bertahap serta berubah arah seiring transisi monsun tersebut.
"Suhu di atas normal diprediksi untuk sebagian besar wilayah ASEAN," demikian keterangan resmi ASMC seperti ditulis pada Rabu (11/3).
Dalam studi yang dilakukan ASMC, sejumlah wilayah di Asia Tenggara akan mengalami kenaikan suhu normal. Di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan sejumlah titik di semenanjung Malaysia, suhu diperkirakan berada pada rentang 80 hingga 100 persen dari angka normal.
ASMC juga memperkirakan titik panas serta asap bisa meningkat selama musim kering. Titik tersebut bisa terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan di bawah normal.
"Aktivitas titik panas masih dapat meningkat, disertai dengan perkembangan gumpalan asap," demikian keterangan ASMC.
ASMC juga memprediksi curah hujan di kawasan maritim Asia Tenggara akan berada di bawah normal. Satu-satunya wilayah yang diperkirakan mengalami hujan di atas normal pada Maret hingga Mei adalah timur Filipina.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga memperkirakan hujan di sejumlah daerah di Indonesia akan berkurang. BMKG Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi hujan berkurang mulai pertengahan Maret.
Kemarau lebih awal dan panjang juga diperkirakan terjadi di Kalimantan Tengah. Awal musim kemarau di provinsi tersebut diperkirakan dimulai pada akhir Mei hingga Oktober 2026.
""Sangat penting memperkuat kesiapsiagaan berbagai pihak dalam menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla," kata Pelaksana Tugas Sekda Kalteng Leonard S Ampung di Palangka Raya, Kalteng, Senin (9/3) dikutip dari Antara.