Serba-serbi Terbaru Kasus Andrie Yunus, Kepala Bais Letakkan Jabatan

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (tengah) didampingi Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen TNI Yusri Nuryanto (kiri) dan Kepala Badan Pembinaan Hukum Laksamana Muda TNI Farid Ma`ruf (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
26/3/2026, 16.06 WIB

Penanganan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus memasuki babak baru. Ini setelah Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Letjen TNI Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya.

Pengumuman itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah saat jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur pada Rabu (25/3) malam.

"Hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia dikutip dari Antara.

Alasan Letakkan Jabatan

Aulia mengatakan penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Yudi atas kasus Andrie Yunus. Meski demikian, ia belum menjelaskan lebih lengkap apakah posisi Kabais digantikan oleh pejabat lain.

Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) TB Hasanuddin mengatakan mundurnya Yudi adalah contoh yang baik sebagai tanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan anak buahnya.

"Contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Kamis (26/3). Meski demikian, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu meminta penyelidikan kasus Andrie tetap dilanjutkan.

Kondisi Terkini Andrie Yunus

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan kondisi Andrie Yunus yang disiram air keras. Selama perawatan, tim menemukan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah pada area bawah sklera mata kanan sebesar 40%.

"Menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara di Jakarta, Kamis (26/3).

Tim lalu memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan. Operasi telah dilakukan pada Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB dengan melibatkan tim bedah plastik dan spesialis mata.

Dalam operasi, tim memindahkan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, menempelkan membran amnion, serta memasang kembali lensa pelindung mata.

"Ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal," kata Yoga.

Aktivis KontraS Andrie Yunus (baju hitam) dalam sebuah pernyataan pers (ANTARA FOTO/Fauzan/Spt.)

Tim juga menemukan penipisan jaringan bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan karena inflamasi. Oleh sebab itu mereka menempelkan membran amnion tambahan serta menjahit sementara kelopak mata kanan Andrie Yunus.

"Guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan," katanya.

Tim dokter juga telah membuang jaringan mati lanjutan serta mencangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak untuk mempercepat penyembuhan luka bakar. Evaluasi berikutnya akan dilakukan pada Sabtu (28/3).

"Fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," kata Yoga.

Empat Orang Telah Ditangkap

Sebelumnya Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat orang personel TNI atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus.

"Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," kata Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto di Jakarta, Rabu (18/3).

Yusri juga mengatakan bahwa keempat orang yang ditahan Puspom TNI tersebut adalah anggota TNI yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI. Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.

Prabowo Janji Usut Dalang Kasus Andrie Yunus

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mengusut hingga mengejar pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Prabowo mengatakan tindakan tersebut bukan hanya sekadar tindakan kriminal, tetapi serangan demokrasi terhadap pembela HAM.

Silaturahmi Presiden Prabowo dengan mantan presiden (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU)

Ia pun juga berjanji akan mengusut hingga menemukan siapa yang menyuruh aksi itu, yang membayar, termasuk apabila ternyata yang melakukan aparat negara yang berseragam. Tak hanya itu ia menjamin tidak akan melindungi dan impunitas terhadap pelaku penyerangan aktivis HAM.

“Ini terorisme. Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas, tidak akan,” kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3), dikutip secara virtual pada Kamis (19/3).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara