Menteri Komdigi Desak Keselamatan Jurnalis RI yang Disandera Tentara Israel

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) didampingi Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan kepatuhan PP Tunas di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Penulis: Rahayu Subekti
19/5/2026, 08.24 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan Militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan internasional, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

“Kami mengikuti dengan penuh menyebarkan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata Meutya dalam pernyataan tertulisnya, Senin (18/5) malam.

Meutya menegaskan jurnalis hadir untuk membawakan suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Oleh karena itu, menurutnya, kerja jurnalistik harus dihormati dan diberikan ruang aman, terutama di tengah situasi krisis kemanusiaan.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan ditahan. Ini termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia disebut masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

Pemerintah Indonesia, lanjut Meutya, mendukung langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Luar Negeri untuk menjamin perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia dalam rombongan tersebut.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya untuk menjaga perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” uajrnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri enyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman un mtukenyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI jika diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” kata Meutya.

Jurnalis Republika, Bambang Noroyono, dikabarkan ditangkap dan ditahan oleh tentara zionis Israel. Kabar tersebut mengemuka setelah beredarnya sebuah rekaman video singkat yang menampilkan pria yang akrab disapa Abeng itu meminta bantuan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Dalam video yang dirilis oleh akun resmi Instagram Republika Online, Abeng tampak mengenakan pakaian hitam sambil memegang paspor Indonesia miliknya. Dengan nada bicara yang tenang namun tegas, ia menyampaikan pesan bahwa dirinya berada di tengah otoritas militer Israel.

Saya Bambang Noroyono alias Abeng. Saya warga Negara Indonesia, dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotila 2026, katanya dalam rekaman video tersebut.

Abeng menjelaskan, keikutsertaannya dalam pelayaran tersebut adalah bagian dari misi internasional untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang hingga kini masih diblokade. Namun, di tengah perjalanan, ia dan rombongan diduga dicegat oleh militer Israel.

"Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam pengunduhan tentara Zionis Israel," katanya.

Melalui rekaman tersebut, ia menyampaikan permohonan langsung kepada pihak pengirim dan Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah taktis guna menyelamatkan dirinya dan memastikan keselamatannya.

“Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan zionis Israel,” ucap Abeng.

Di akhir pesannya, ia juga menyelipkan pesan moral agar sikap politik luar negeri Indonesia tidak goyah atas kejadian yang menimpanya. Ia meminta agar Indonesia tetap konsisten berdiri di garis depan dalam membela hak-hak warga Palestina.

“Dan meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk tetap selalu mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti