Kemhan Ikut Negosiasi untuk Bebaskan 4 ABK WNI yyang Disandera di Somalia
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya ikut dalam negosiasi dengan penyandera warga negara Indonesia di Somalia. Sjafrie mengatakan perompak tersebut telah meminta uang tebusan sebagai syarat pembebasan empat ABK WNI tersebut.
Saat ini, ada empat anak buah kapal WNI yang menjadi bagian 17 ABK kapal MT Honour 25 yang kini disandera perompak asal Somalia. "Kami telah mengetahui permainan-permainan ini. Atase Pertahanan kami di KBRI Nairobi melakukan negosiasi untuk membebaskan sandera tersebut," kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Selasa (19/5).
Sjafrie menjanjikan tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam membebaskan empat ABK WNI tersebut. Sebab, Somalia merupakan negara yang mengutamakan negosiasi dalam menyelesaikan masalah.
Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu menyatakan masih melakukan koordinasi intensif untuk membebaskan empat ABK WNI tersebut. MT Honour 25 telah disandera perompak asal Somalia sejak akhir bulan lalu.
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah mengatakan seluruh ABK WNI masih dalam keadaan sehat. Selain itu, seluruh kebutuhan logistik ABK terpenuhi dan gaji seluruh ABK tetap dibayarkan.
Heni mengatakan, pemerintah telah berinteraksi dengan keluarga para ABK. Dalam pertemuan tersebut, Kemlu akan memberikan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri.
"Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, manajemen kru, dan pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut. Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama," kata Heni.
Sedangkan muatan utama MT Honour 25 yang berlayar dari Oman ke Somalia adalah minyak mentah. Heni menyatakan fokus utama penanganan insiden pembajakan tersebut adalah keselamatan ABK WNI.
Dia belum mendapatkan informasi terkait penawaran tebusan untuk pembebasan empat ABK WNI tersebut. Heni tidak menjelaskan secara teknis upaya pemerintah dalam membebaskan empat ABK WNI tersebut. Namun, ia menegaskan proses penanganan penyanderaan tersebut masih berlangsung.
Berdasarkan laporan BBC, MT Honour 25 dibajak oleh enam orang bersenjata api sekitar 30 mil laut dari pesisir Somalia. Kapal tersebut mengangkut 18.500 barel minyak mentah ke Somalia.