Purbaya Pede Dapat Kejar Target Prabowo Pertumbuhan Ekonomi RI 6,5% di 2027

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
20/5/2026, 16.46 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin dapat mengejar target pertumbuhan ekonomi dalam rentang 5,8% hingga 6,5% pada 2027 sebagaimana ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang saja, tahun ini saja kita dorong mendekati 6%, jadi peluangnya besar sekali,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Bendahara negara itu berharap mesin-mesin di sektor swasta dapat membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Purbaya juga menyebut pemerintah telah mengambil langkah intervensi di pasar obligasi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang berada di titik terlemah. Ia yakin langkah ini akan membuat rupiah kembali menguat.

“Terus engine-nya dari apa?’ Kayaknya anda meragukan terus, sekarang 5,6% aja lu ragu. Ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh. Saya pikir tahun depan udah bergerak lebih cepat,” kata dia.

Adapun, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna di DPR pada Rabu (20/5). Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan berada dalam rentang 5,8% hingga 6,5% dan kurs rupiah dalam rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.

Dalam paparannya, pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 berada pada kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, belanja negara diarahkan lebih efisien dan produktif pada rentang 13,62% hingga 14,80% PDB, sementara defisit RAPBN 2027 dijaga di level 1,80% sampai 2,40% PDB melalui pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo.

Pemerintah juga mematok pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8% hingga 6,5%, angka ini lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2026 di level 5,4%. Inflasi dijaga pada rentang 1,5% hingga 3,5%, sedangkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5% sampai 7,3%.

Prabowo juga menyampaikan, asumsi nilai tukar rupiah tahun depan bergerak pada level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Sedangkan harga minyak mentah Indonesia dipatok dalam rentang US$ 70 hingga US$ 95 per barel.

Sedangkan, lifting minyak mentah ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi berada di kisaran 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Dalam sasaran pembangunan 2027, Prabowo mengatakan, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0% hingga 6,5%, sedangkan tingkat pengangguran terbuka ditekan ke rentang 4,30% sampai 4,87%.

Rasio gini sebagai indikator menurunnya ketimpangan diproyeksikan menjadi 0,362 hingga 0,367. “Jarak antara yang kaya dan miskin tidak boleh makin melebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujar Prabowo

Selain itu, pemerintah menargetkan indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575 dan indeks kesejahteraan petani naik ke level 0,8038. Proporsi penciptaan lapangan kerja formal juga ditargetkan meningkat menjadi 40,81% pada 2027 dari target 35% pada 2026. “Kita juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman