PDIP Soal Gestur Keakraban Prabowo-Megawati: Sahabat Politik

ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6).
2/6/2026, 17.11 WIB

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menyatakan hubungan dengan Partai Gerindra adalah sahabat politik yang tetap bisa bersinergi. Hal tersebut ditunjukkan oleh gestur keakraban antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekaroputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam perayaan Hari Pancasila.

Ketua Bidang Sumber Daya Dewan Pengurus Pusat PDIP Said Abdullah menyebutkan setidaknya ada tiga cara pandang antara Megawati dan Prabowo. Menurutnya, ketiga hal tersebut membuat hubungan antara kedua kepala partai tidak ternoda walaupun memiliki haluan politik yang kepartaian yang berbeda.

"Saya kira keteladanan ini diikuti oleh jajaran fraksi. Kedua fraksi bisa cair berdiskusi, bertukar pandangan dalam membahas kebijakan, meskipun dalam beberapa hal terjadi perbedaan pandangan," kata Said dalam keterangan resmi, Selasa (2/6).

Said mengatakan, alasan pertama kedekatan hubungan antara Megawati dan Prabowo adalah pertemanan lama. Said mengatakan Prabowo dan Megawati pernah berpasangan dalam Pemilihan Presiden 2009.

Pada 2009, Megawati menjadi Calon Presiden dan Prabowo menjadi Calon Wakil Presiden. Said mengatakan bahwa persahabatan keduanya tidak putus walaupun pesta demokrasi selanjutnya selalu dalam pihak berlawanan.

"Persahabatan kedua beliau ini kokoh. Bukan hanya sebatas pertemanan nasi goreng yang sering dilihat publik, tapi tulus dan tak ada cela," katanya.

Said menilai aspek persahabatan tersebut kini tercermin dalam penugasan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Badan Riset dan Inovasi Nasional kepada Megawati.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa Prabowo memandang Megawati memiliki kapasitas kenegarawanan melampaui politik praktis.

Kedua, pandangan yang sama terkait ideologi. Said berpendapat penugasan Kepala BPIP oleh Prabowo kepada Megawati juga mencerminkan alasan tersebut. Sebab, Dewan Pengarah BPIP harus dijabat negarawan yang gigih menanamkan nilai-nilai Pancasila.

"Urusan Pancasila ini melampaui segala-galanya. Itu yang dipedomani kedua beliau," ujarnya.

Terakhir, berdiri di atas pandangan politik kebangsaan. Said menyampaikan berseberangannya jalur politik PDIP dan Gerindra tidak dimaknai sebagai permusuhan oleh Prabowo. Sebab, Prabowo menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada kader PDIP dalam pidato di DPR bulan lalu, Rabu (20/5).

"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level melampaui politik, yakni berpolitik untuk bangsa dan negara. Bukan semata-mata kekuasaan," katanya.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).

Usai upacara, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan lokasi kegiatan dengan wajah tersenyum sambil bergandengan tangan, sebagaimana terpantau melalui siaran daring.

Prabowo memasuki area upacara bersama Megawati yang menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pada kesempatan terpisah, Prabowo pernah menceritakan dukungan yang diberikan Megawati ketika dirinya belum berada di pemerintahan. Saat Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, 20 Mei 2026, Prabowo menyebut Megawati pernah menginstruksikan jajarannya agar tidak menghambat usahanya mengikuti tender pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan yang saat ini berada di luar pemerintahan. Menurut dia, peran oposisi penting dalam menjaga fungsi pengawasan dan keseimbangan terhadap jalannya pemerintahan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief