Jembatan 'Cincin Donat' MRT Dukuh Atas Groundbreaking Bulan Ini
PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana memulai pembangunan (groundbreaking) proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas atau yang sempat dikenal dengan konsep jembatan "cincin donat" pada bulan ini.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat mengatakan, fasilitas yang ditujukan untuk memperlancar mobilitas pejalan kaki di kawasan transit terpadu tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
"Untuk Pedestrian Deck Dukuh Atas, hasil desain terakhir sudah disesuaikan karena ada kajian teknis dan kesulitan di lapangan. Namun jika tidak ada halangan, bulan ini akan dilakukan groundbreaking dan kita targetkan selesai pada 2028," ujar Tuhiyat dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
Proyek pedestrian deck itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) Dukuh Atas yang selama ini menjadi simpul integrasi berbagai moda transportasi, mulai dari MRT, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, hingga Transjakarta.
Jembatan pejalan kaki berbentuk cincin donat itu akan menghubungkan sejumlah titik penting di kawasan Dukuh Atas, termasuk area BNI, Landmark, Blora, hingga kawasan Tanjung Karang dan UOB. Untuk mendukung aksesibilitas, MRT Jakarta juga menyiapkan empat unit elevator atau lift bagi pengguna.
Menurut Tuhiyat, pembangunan proyek ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena berada di salah satu kawasan tersibuk di Jakarta. Selain berada di tengah lalu lintas yang padat dan jalur protokoler VVIP, konstruksi juga akan melintasi rel kereta api serta Sungai Ciliwung.
"Pembangunan di area yang aktif memang cukup sulit sehingga harus dilakukan dengan sangat hati-hati," katanya.
Tuhiyat menambahkan, sebelum proyek dimulai, MRT Jakarta telah menggelar uji publik (public hearing) sekitar satu setengah bulan lalu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pengamat, perwakilan pemerintah hingga kalangan profesional.
"Hampir 99,9 persen peserta mendukung pembangunan proyek ini. Harapannya nanti kita bisa mengubah flow atau mobilitas orang di Dukuh Atas menjadi lebih baik dan lebih lancar," ujarnya.
Jembatan pejalan kaki itu telah mengalami penyesuaian desain. Direktur Komersial MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, MRT Jakarta lebih banyak berfokus pada penyempurnaan desain agar konstruksi dapat dilaksanakan secara efektif, aman, dan efisien.
Desain terbaru berbeda dari konsep awal yang sempat menampilkan dua struktur dek. Dalam rancangan terbaru, MRT Jakarta memilih satu struktur utama dengan tetap mempertahankan fungsi utama sebagai penghubung berbagai moda transportasi dan kawasan perkantoran di sekitar Dukuh Atas.
"Kalau sebelumnya ada dua deck, sekarang menjadi satu deck. Namun prinsip utamanya tetap sama, yaitu menghubungkan seluruh transportasi publik di sisi utara dan selatan kawasan sehingga terintegrasi dengan pusat-pusat aktivitas perkantoran," katanya.