Prabowo Targetkan Tutup 700 hingga 800 BUMN yang Bermasalah
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai membebani keuangan negara. Prabowo beralasan penutupan diperlukan untuk memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah sekaligus menekan kebocoran anggaran negara.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (23/6)
Prabowo telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan negara sejak awal masa pemerintahannya. Dari hasil evaluasi, jumlah BUMN dan anak usaha yang perlu jadi perhatian ternyata lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
“Saya kira perusahaan BUMN jumlahnya 300. Waktu saya jadi Presiden, saya baru tahu jumlahnya seribu lebih,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 240 BUMN yang dinilai tidak efektif dan terus mengalami kerugian. Ia juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah juga menyiapkan tambahan BUMN yang perlu ditutup. “Kami ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara. Minimal 700, lah.,” ujarnya.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu mengaku telah menghitung besarnya biaya yang selama ini ditanggung negara untuk membiayai manajemen perusahaan-perusahaan tersebut. Dari sekitar 240 perusahaan yang telah ditutup, setiap perusahaan rata-rata memiliki empat direksi dan empat komisaris sehingga jumlah pejabat tinggi yang menerima gaji mencapai sekitar 1.600 orang.
“Kalau dihitung empat direksi dan empat komisaris, (maka) delapan. Dikalikan 200 (240 BUMN), ada 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp 50 juta sebulan, berapa itu. Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi, minta bonus lagi,” ujarnya.
Prabowo menyatakan penutupan ratusan BUMN telah menghasilkan penghematan anggaran hingga triliunan rupiah. “Kita menghemat triliunan hanya dari menutup perusahaan-perusahaan yang tidak benar,” ujarnya.
Belum lama ini, Prabowo juga telah menyampaikan narasi serupa. Ia menargetkan proses konsolidasi BUMN mencapai sekitar 300 entitas dalam waktu dekat untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan negara.
“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, dikutip Senin (22/6).