Pemerintah Evaluasi SPPI Usai 2 Calon Pengelola Kopdes Meninggal saat Latsarmil

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU
Anggota Komponen Cadangan (Komcad) melakukan yel-yel usai Upacara Penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Upacara diikuti sebanyak 1.758 peserta Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad) aparatur sipil negara (ASN) Kementerian dan Lembaga Gelombang Pertama Tahun 2026 yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kekuatan bela negara.
25/6/2026, 13.51 WIB

Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap aspek pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Langkah ini menyusul wafatnya dua peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan atau Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, pemerintah menilai langkah mitigasi yang diterapkan dalam setiap program memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan pelaksanaannya. Namun, ia tidak secara spesifik menjelaskan soal hasil evaluasi yang akan diterapkankan ke depannya.

 “Peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu akan ditangani sebaik-baiknya, dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini. Jadi program koperasi merah putih tentu lanjut,” kata Juri di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (24/6).

Menurut Juri, evaluasi dan mitigasi yang dilakukan pemerintah juga akan mempertimbangkan perbedaan karakter setiap program. Ia mengatakan pemerintah membedakan pendekatan antara program yang berkaitan dengan pengelolaan Koperasi Merah Putih dan penanganan kejadian yang menimpa peserta Program SPPI.

“Mitigasinya tentu berbeda antara program koperasi merah putihnya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu,” ujarnya.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 23 Juni  telah merilis keterangan tertulis mengenai wafatnya dua peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang mengikuti Latsarmil di satuan pendidikan TNI.

Kemhan menginformasikan peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Sementara itu, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).

Kemhan mengatakan, kedua peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan. Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Sehubungan dengan berbagai informasi yang berkembang di ruang publik mengenai pelaksanaan Program SPPI, Kementerian Pertahanan memahami perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan peserta pendidikan.

Karena itu, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program, termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu