Daftar 15 OTT KPK Tahun Ini, Terbaru Bupati Kuansing dan Langkat
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sg
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai disaksikan Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein (kiri) saat konferensi pers operasi tangkap tangan Bupati Langkat Syah Afandin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan 15 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang tahun ini. Mayoritas yang ditangkap adalah kepala daerah.
Terbaru, KPK menangkap Bupati Langkat Syah Afandin dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby sepanjang pekan ini. Syah Afandin dan Suhardiman ditangkap terkait kasus dugaan suap.
Ini menambah panjang daftar kepala daerah yang ditangkap oleh KPK tahun ini. Dikutip dari Antara, berikut daftar OTT yang digelar KPK:
OTT Pertama
KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang pada 9–10 Januari 2026. Sejumlah pejabat pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ditangkap dalam kasus ini.
OTT Kedua
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.
OTT Ketiga
Komisi antirasuah juga menangkap Bupati Pati Sudewo dalam kasus pengisian jabatan perangkat desa. KPK mengatakan, Sudewo dan tim suksesnya diduga memeras dana dengan total nilai sitaan Rp 2,6 miliar kepada calon perangkat desa.
OTT Keempat
KPK menangkap Kepala Kantor Pratama Pajak Madya Banjarmasin Mulyono pada Februari 2026 terkait dugaan suap Rp 1,5 miliar untuk memuluskan restitusi pajak.
OTT Kelima
KPK menangkap mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal. Rizal dan dua mantan pejabat Ditjen Bea Cukai lainnya didakwa menerima uang suap Rp 78 miliar.
OTT Keenam
Masih di bulan Februari 2026, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta serta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Mereka ditangkap terkait pemberian suap Rp 850 juta terkait eksekusi lahan di Tapos, Depok.
OTT Ketujuh
KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada Maret 2026. Fadia ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
OTT Kedelapan
KPK juga menciduk Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
OTT Kesembilan
Di bulan yang sama, KPK menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman terkait kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tahun anggaran 2025–2026.
OTT Kesepuluh
Pada April 2026, KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo dalam kasus dugaan kasus pemerasan terhadap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
OTT Kesebelas
KPK melakukan OTT kepada sejumlah pejabat imigrasi terkait kasus pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) pada Juni 2026. Kasus ini juga membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy menjadi tersangka.
OTT Kedua Belas
KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT ke-12 pada Juni 2026. Edison ditangkap dalam kasus penerimaan dari pengadaan Dinas Pendidikan.
OTT Ketiga Belas
KPK juga menangkap ASN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan suap untuk mengatur temuan audit laporan keuangan. Penangkapan ASN BPK ini adalah pengembangan dari OTT Edison.
OTT Keempat Belas
KPK menciduk Bupati Kuansing Suhardiman Andy pada Rabu (1/7) terkait dugaan suap dalam rangka pengisian jabatan Sekretaris Daerah hingga menerima mobil mewah.
OTT Kelima Belas
OTT teranyar yang dilakukan KPK adalah kepada Bupati Langkat Syah Afandin. Ia ditangkap KPK pada Jumat (3/6) terkait dugaan suap proyek Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga mutasi jabatan.
Reporter: Antara