Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dan Memilih ke Luar Negeri, Apa Alasannya?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mundur dari jabatan yang baru ia emban lebih dari satu bulan. Ia diangkat menjadi Kepala BGN pada 2 Juni 2026 setelah menggantikan Dadan Hindayana yang ditetapkan jadi tersangka dalam perkara korupsi Makan Bergizi Gratis.
Dalam unggahan akun media sosial miliknya, Nanik mengatakan mundur untuk alasan kesehatan. Ia mengatakan akan berangkat ke luar negeri pada hari ini Rabu (22/7).
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di Luar Negeri untuk jantung saya,” ujar Nanik dalam pernyataan yang dikutip Rabu (22/7).
Menurut Nanik pilihan untuk berobat ke luar negeri dilakukan untuk memastikan pengobatan yang dilakukan berjalan lancar. Ia pun menepis anggapan bahwa berobat ke luar negeri karena tidak percaya dengan kualitas dokter di dalam negeri.
“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujar Nanik lagi.
Menurut Nanik sebagai tindak lanjut atas kemundurannya, presiden kemungkinan akan membentuk dewan pengawas. Dalam struktur baru itu Nanik mengatakan ia diminta menjadi ketua dewan pengawas.
Sebagai pendukung Prabowo lebih dari 14 tahun, Nanik mengatakan ia tetap berjuang bersama presiden yang ia nilai sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. Ia meyakini program MBG yang telah dijalankan merupakan intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.
Saat ini program makam bergizi gratis yang tengah dijalankan Prabowo mendapat sorotan dari berbagai pihak. Terlebih setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah tersangka dalam proyek unggulan Prabowo tersebut. Setidaknya kejaksaan telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus tersebut.